Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > Membaca dan mencermati pembaharuan Islam

.

Membaca dan mencermati pembaharuan Islam

Summary rating: 4 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Hafis Azhari
Summary by : RakaSyailendra
Kunjungan : 174  kata: 600   Diterbitkan di: September 13, 2007
Bacalah dan cermatilah keadaan di sekeliling kita, bahkan di sekitar
diri kita sendiri, bahwa semakin nampak jelas adanya keterkaitan dan
hubungan antara satu dengan yang lainnya; bahwa kita bukanlah
semta-mata korban dari kejadian-kejadian kosmik semata, tetapi justru
suatu makhluk kecil yang unik dan mungil, dan menjadi bagian penting
yang diamanatkan Allah selaku khalifah di muka bumi ini. Dengan itu
jangan sia-siakan waktu dan kesempatan kita untuk melakukan hal-hal
yang bukan prinsipil, tidak urgen dan asal-asalan belaka, karena setiap
diri kita adalah berharga di mata Allah, apapun status kita, dan di
manapun kita berada. Karena itu kendalikan diri kita sekuat mungkin,
cermatilah pesan-pesan dan kemauan Allah dan amalkanlah. Periksalah
apa-apa yang sedang kita alami saat ini, yang tentu adalah akibat dari
pilihan-pilihan yang telah kita putuskan di masalalu. Dan apapun yang
kita alami di masadepan, pasti adalah akibat dari pilihan-pilihan yang
sedang kita putuskan saat ini. Dan Allah Maha Teliti dan Maha Matematis
dalam menghitung segala keuntungan dan kerugian kita, akibat dari
kebaikan atau keburukan yang kita lakukan sendiri. Di mata Allah kita
tak bisa menyembunyikan keburukan-keburukan di balik kebaikan kita,
serta tak mungkin merahasiakan kebaikan-kebaikan kita di balik
kekurangan kita. Inilah antara lain yang diajarkan oleh Islam, suatu
ilmu sederhana yang kita sendirilah yang membikinnya rumit dan ruwet;
suatu ilmu yang bukan bersifat ramal-meramal; bukan juga trik-trik
untuk membaca pikiran orang agar bisa memperdayakannya. Tetapi Islam
mengajarkan bahwa dengan "hidup terkendali" akan membawa manusia pada
peningkatan kualitas hidupnya yang hakiki (keberkahan); bahwa dalam
hidup terkendali (takwa) terletak rahasia kekuatan yang bukan merugikan
dan melemahkan kita, tetapi justru menguatkan dan mengantarkan kita
kepada kesuksesan dan kemenangan. Karena bagaimanapun, manusia yang
baik dan beradab, tak akan membiarkan kekuatan pikirannya melesat
menjauhi kekuatan imannya, serta tak mau kekuatan otanya dapat
mendominasi kekuatan hatinya, hingga terjadilah keselarasan dan
keseimbangan yang kokoh dan permanen. Kemudian Islam pun mengajarkan
kita agar kembali ke titik nol sebagai konsep pertobatan (hidayah),
bahwa sedapat-mungkin kita tak perlu mencabut pohon-pohon sekaligus
dengan akarnya, tapi biarkanah pohon-pohon itu tumbuh dan berkembang,
lantas menatanya dan merawatnya dengan cara-cara terbaru dan terbaik...

Ringkasan lain tentang Membaca dan mencermati pembaharuan Islam
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------