Telah disebutkan terdahulu
bahwa Islam memandang
pendidikan sebagai sesuatu yang identik dan tidak terpisahkan dari asal muasal penciptaan
manusia/ fithrah/ insaniyah manusia itu sendiri, yakni terdiri dari tiga hal: Jasad, Ruh, dan Intelektualitas.
Dengan demikian, pendidikan
dalam pandangan Islam meliputi tiga aspek yang tidak dapat dipilah-pilah: 1. Pendidikan jasad (tarbiyah jasadiyah), 2. Pendidikan Ruh (tarbiyah ruhiyah), 3. Pendidikan intelektualitas (tarbiyah ''aqliyah).
Ketiga bentuk pendidikan tersebut tidak mungkin dan tak akan dibenarkan pemilahannya dalam ajaran Islam. Sebabnya , sebagaimana
Telah dijelaskan, pendidikan berhubungan langsung dengan komposisi penciptaan/
kehidupan manusia. Memilah-milah pendidikan manusia, berarti memilah-milah kehidupannya.
Hakikat inilah yang menjadi salah satu rahasia sehingga wahyu dimulai dengan perintah "Iqra" (membaca), lalu dikaitkan dengan "khalq" (ciptaan) dan "Asma Allah" (Bismi Rabbik). Lihat QS: Al ''Alaq: 1-5. Maksudnya, bahwa dalam menjalani kehidupan dunianya manusia dituntut untuk mengembangkan daya inteletualitasnya dengan suatu catatan bahwa ia harus mempergunakan sarana "khalq" (ciptaan) sebagai object dan "Asma Allah" (ikatan suci dengan Nama Allah/hukumnya) sebagai acuan. Bila ketiganya terpisah, akan melahirkan, sebagaimana telah disinggung terdahulu, suatu ketidak-harmonisan dalam kehidupan manusia itu sendiri.
Ringkasan lain tentang PENDIDIKAN ISLAM SIFATNYA TERPADU