Seorang penulis komik kepahlawanan asal Philadelphia yang telah
melakukan tiga kali pengeboman yang mengorbankan ratusan warga Amerika,
pernah mengakui bahwa yang paling menakutkan dalam
hidup ini ketika
manusia tidak memahami di mana ia berada, untuk apa dia ada, hingga ia
kehilangan orientasi-diri
serta harapan untuk bertahan hidup. Orang
itu mengatakan bahwa segala kekacauan yang terjadi di dunia ini,
diakibatkan tidak seimbangnya antara kejahatan dan kebaikan yang harus
menumpasnya, hingga ia merasa berhak turun-tangan
dengan merakit
bahan-bahan peledak guna memusnahkan pihak-pihak yang dianggapnya jahat
itu. "Bila kita menginginkan perubahan yang radikal, maka harus
diciptakan kejadian dramatis yang mempercepat proses pemikiran
manusia!" begitulah ia menyimpulkan. Barangkali pemikiran itu belum
sebanding dengan apa yang dipikirkan Firaun, Goliath atau Namrud, yang
jejaknya mempengaruhi para penguasa zalim di seluruh dunia serta
memberi warisan kezaliman yang mungkin ditiru oleh sekian banyak
manusia (dalam bentuk siasat, strategi dan tipudayanya). Namun fantasi
yang mengilhami Firaun dengan penulis komik itu mengandung esensi yang
persis sama, yakni bersumber
dari persepsi yang salah dalam memaknai
hidup ini, serta untuk tujuan apa seorang manusia hidup dan mengada.
Karena itu seorang Firaun telah menjadi legenda dan diabadikan
Allah sebagai penguasa terjahat, sebagai contoh dari puncak kesalahan manusia
dalam memaknai hidup ini, yang disimbolkan sebagai kaki-tangan yang
paling dicintai Iblis (setan) dalam melancarkan agenda dan cita-citanya
(atas izin Allah). Adapun sebaliknya, sosok Muhammad telah berhasil
menangkap puncak dari makna hidup manusia sebagai khalifah di muka bumi
ini, serta puncak dari tujuan hidup yang paling dicintai Allah, yakni
berbuat baik untuk orang lain sebanyak-banyaknya, memberi pegaruh baik
pada dunia seluas-luasnya, serta mewariskan kebaikan bagi masadepan
selama-lamanya. Selain itu manusia terbaik (yang dicintai Allah)
seperti yang dicontohkan Rasul, bukan sebatas berbuat baik untuk diri
sendiri dan memberi teladan kebaikan bagi orang lain, tetapi sekaligus
ia ditugaskan untuk berani melawan, mengalahkan, dan menaklukkan
kejahatan dan kezaliman, namun dengan cara-cara politis yang diridhoi
oleh Allah. Dengan itu kita tidak layak mematok kebenaran (dakwah)
bahwa keberadaan manusia tidak ada artinya bagi Allah, karena justru
dengan tangan-tangan manusialah Allah menjalankan agenda politik dan
cita-cita-Nya, meskipun kita belum tahu apakah menjelang kiamat nanti,
akan ada suatu kebudayaan yang menjadi persetujuan mendunia (wallahu
a''lam). Tetapi kebesaran citra Islam, terletak dari seberapa baik karya
dan kreasi kaum muslimin agar dapat memikat dan diakui masyarakat dunia
seluas-luasnya... (gemanusa banten)
Ringkasan lain tentang Kebesaran Islam tergantung dari karya dan kreasi kaum muslimin (menyambut Ramadhan 1428 H)