.
Sisi Qadr (kekuatan) Al Qur''an
Adalah memang sangat wajar kalau Al Qur''an dinilai sebagai sebuah kekuatan besar. Al Qur''an sendiri dengan tegas
mengatakan: "Kalau seandainya Al Qur''an ini Kami turunkan di atas sebuah gunung maka gunung itu akan guncang karena takut kepada Allah" (Al Hasyar: 21). Al Qur''an adalah kalam Ilahi yang "mu''jiz", yang memiliki kekuatan luar biasa yang mengalahkan segala tandingan dari sudut dan aspek mana saja. Saya sangat yakin, hanya akal-akal kerdil saja yang masih meragukan akan kehebatan Al Qur''an, dan cenderung untuk meletakkan Al Qur''an pada posisi yang sejajar dengan akalnya yang terbatas.
Barangkali pada kesempatan ini, saya tidak sempat membahas semua sisi kekuatan Al Qur''an. Saya rasanya malu menjadi anak kampungan yang diajak jalan-jalan ke pinggir pantai, dan serta merta menyatakan bahwa pantai itu tak bernilai, kotor dan hanya penuh dengan kotoran. Sebab saya hanya tukang cangkul kebun yang hanya bisa melihat pinggiran laut yang maha luas itu. Kalaulah saya menjadi ahli laut, bisa menyelam dan melihat "values" yang ada di kedalaman laut itu, tentu saya tidak kampungan mengambil kesimpulan seperti tadi.
Itulah Al Qur''an, sebuah lautan yang seandainya seluruh laut dijadikan tinta untuk menggalinya, niscaya air laut ini akan habis walau didatangkan sebanyak itu lagi, tak akan selesai digali. Kedalaman dan keluasan ilmu yang terkandung dalam Al Qur''an menjadikan kita semua hanya bisa terkagum-kagum, justeru tidak semakin menyombongkan diri menngingkari kehebatannya. Lebih celaka, karena pengingkaran kita ditambah lagi dengan keangkuhan seolah "pemahaman" kita jauh lebih hebat dari kandungan Al Qur''an itu sendiri. Kesombongan insan tidak lagi sebatas menantang "penafsiran" ulama lain, tapi telah berada pada batas menantang "kehebatan" Kalam Ilahi itu sendiri. Suatu kesombongan yang sangat luar biasa, bahkan suatu kenaifan yang sebenarnya sangat menjijikkan, karena penantangan seperti itu hanya semakin memperlihatkan "kejahilan" yang hebat dari seseorang. "Walan taf''aluu" (dan kamu tak akan bisa melakukan penantangan itu) tantang Al Qur''an. Itulah sebabnya, semakin direndahkan Al Kitab ini, justeru semakin menampakkan kemuliaaannya. Allah sendiri meyakinkan: "Wa Qul Jaa al Haq wa zahaqa al baathilu, innal baathila kaana zahuhuqa" (dan katakan: sungguh kebenaran telah tiba dan kebatilan telah lenyap, dan sungguh (jika bertabrakan) kebatilan itulah yang akan lenyap). Sesungguhnya inilah yang menjadikan "ahli bathil" terkadang panik dalam menyampaikan ide-idenya, karena dari hari ke hari ide-ide mereka semakin tidak populer, walau itu didukung oleh berbagai fasilitas yang lebih hebat dan canggih.
Diterbitkan di:
September 10, 2007
Lainnya tentang Seni & Humaniora
Ringkasan lain oleh sefrizal
More