• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Kiat Menjadi Unggul III

.

Kiat Menjadi Unggul III

oleh : sefrizal     

Pengarang : K.H. Abdullah Gymnastiar
 
Sistem Yang Kondusif
Misalkan, ada dua ekor kupu-kupu. Kupu-kupu yang satu masuk
kedalam mobil dan mobil pun melesat maju. Sedangkan kupu-kupu yang satunya tidak masuk kedalam mobil melainkan terbang menggunakan sayapnya. Lalu ukur dalam waktu lima menit, mana yang lebih dulu sampai ketujuan ? jelas akan tanpa beda kecepatan maupun jarak tempuhnya . Kupu-kupu yang terbawa  mobil, dan mobilnya melaju kencang  akan jauh lebih cepat sampai ke tempat  tujuan  dari pada yang terbang sendiri . 

Tapi kalau mobilnya berhenti atu mogok, maka mungkin saja yang lebih cepat adalah yang terbang sendiri, dan kupu –kupu yang masuk mobil dia akan rugi. Bahkan kalau mobilnya mundur dia akan ketinggalan lebih rugi lagi. Artinya system yang kita masuki itu  akan sangat-sangat mempengaruhi percepatan diri kita. Salah dalam memilih system memilih lingkuangan, maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka, barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus mencari sistem lingkungan dan teman-teman yang berkualitas sistem yangmemiliki ke unggulan lebih dari standar biasa, lingkungan yangmemulikan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan  budi pekerti yang tinggi. Apabila kita masuk sistem seperti ini, maka imbasnya adalah pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkatrol untuk menjadi unggul dan bermutu .
Lembaga atau organisai yang memiliki system yang unggul, banyak yang telah dapat membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat. Akabri ,siapa pun orang tahu  bahwa seorang  pemuda  yang  dalam bebeapa bulan saja masuk ke  Akabri, akan sangat jauh berbeda dengan pemuda  sebayanya yang tidak masuk sistem di Akabri. Bayangkan selama tiga tahun ,yang satu didik ,digembleng,ditempa berbagai macam disiplin ala militer  di  Akabri, sedang yang satu hanya diam tinggal di lingkungan tanpa ada penambahan  keilmuan dan pengalaman, maka hasilnyapun jelas beda yang satu jauh melesat beberapa puluh langkah, sedang yang satu  hanya beberapa langkah saja.
Padahal asalnya sama tamatan SLTA, namu sistem yang berbeda telah menghasilkan produk yang berbeda pula. Hal ini karena  Akabri  denga pendidikan gaya militer denga berbagi aturan dan perintah yang sangat ketat, disiplin, dan tegas serta kepatuhan pada komandan yang luar biasa, yang kebiasaan ini tentu saja tidak terdapat dalam komunitas sipil. Sistem inilah yang menempa para taruna di Akabri  sehingga memiliki kemampuan lebih di banding dengan pendidikan di luar sistemnya.
Contoh lain, misalnya seorang anak yang masuk ke pondok pesantren Gontor Ponorogo akan sangat berbeda kemampuan bahasa Arab, Bahasa Iggrisnya dengan anak sebayanya yang masuk Gontor atau lulusan SMU yang masuk perguruan tinggi semacam ITB, UI, dan UGM akan sangat jauh berbeda dengan mahasiswa di perguruan tinggi lain yang memiliki sistem yang berbeda . Itulah  pengaruh  sistem.
Maka ,kalau ingin memiliki  pribadi  unggul , tangguh , dan prestatif , pastikan  untuk tidak salah dalam memilih pergaulan . Sebab , salah dalam memilih lingkungan , salah dalam  memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan . Ingatlah pepatah, ‘Bergaul dengan tukang minyak wangi akan terbawa wangi dan bergaul dengan pandai besi akan terbawa bau bakaran.”. Wallohu a’lam bishawab. 
Diterbitkan di: Agustus 21, 2007

Komentar

Showing 1 out of 1   Tambahkan komentar Anda
  1. 0 Tinjauan 30 Nopember 2007
    1

    wahyu

    Sun Rise

    Tulisan yang sangat sederhana namun substansi luar biasa. Betul pendapat Anda.

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Tambahkan komentar Anda

Bookmark & share this post

.