.
Sistem Yang Kondusif Misalkan, ada dua ekor kupu-kupu. Kupu-kupu yang satu masuk
kedalam mobil dan mobil pun melesat maju. Sedangkan kupu-kupu yang satunya tidak masuk kedalam mobil melainkan terbang menggunakan sayapnya. Lalu ukur dalam waktu lima menit, mana yang lebih dulu sampai ketujuan ? jelas akan tanpa beda kecepatan maupun jarak tempuhnya . Kupu-kupu yang terbawa mobil, dan mobilnya melaju kencang akan jauh lebih cepat sampai ke tempat tujuan dari pada yang terbang sendiri . Tapi kalau mobilnya berhenti atu mogok, maka mungkin saja yang lebih cepat adalah yang terbang sendiri, dan kupu –kupu yang masuk mobil dia akan rugi. Bahkan kalau mobilnya mundur dia akan ketinggalan lebih rugi lagi. Artinya system yang kita masuki itu akan sangat-sangat mempengaruhi percepatan diri kita. Salah dalam memilih system memilih lingkuangan, maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka, barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus mencari sistem lingkungan dan teman-teman yang berkualitas sistem yangmemiliki ke unggulan lebih dari standar biasa, lingkungan yangmemulikan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apabila kita masuk sistem seperti ini, maka imbasnya adalah pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkatrol untuk menjadi unggul dan bermutu . Lembaga atau organisai yang memiliki system yang unggul, banyak yang telah dapat membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat. Akabri ,siapa pun orang tahu bahwa seorang pemuda yang dalam bebeapa bulan saja masuk ke Akabri, akan sangat jauh berbeda dengan pemuda sebayanya yang tidak masuk sistem di Akabri. Bayangkan selama tiga tahun ,yang satu didik ,digembleng,ditempa berbagai macam disiplin ala militer di Akabri, sedang yang satu hanya diam tinggal di lingkungan tanpa ada penambahan keilmuan dan pengalaman, maka hasilnyapun jelas beda yang satu jauh melesat beberapa puluh langkah, sedang yang satu hanya beberapa langkah saja. Padahal asalnya sama tamatan SLTA, namu sistem yang berbeda telah menghasilkan produk yang berbeda pula. Hal ini karena Akabri denga pendidikan gaya militer denga berbagi aturan dan perintah yang sangat ketat, disiplin, dan tegas serta kepatuhan pada komandan yang luar biasa, yang kebiasaan ini tentu saja tidak terdapat dalam komunitas sipil. Sistem inilah yang menempa para taruna di Akabri sehingga memiliki kemampuan lebih di banding dengan pendidikan di luar sistemnya. Contoh lain, misalnya seorang anak yang masuk ke pondok pesantren Gontor Ponorogo akan sangat berbeda kemampuan bahasa Arab, Bahasa Iggrisnya dengan anak sebayanya yang masuk Gontor atau lulusan SMU yang masuk perguruan tinggi semacam ITB, UI, dan UGM akan sangat jauh berbeda dengan mahasiswa di perguruan tinggi lain yang memiliki sistem yang berbeda . Itulah pengaruh sistem. Maka ,kalau ingin memiliki pribadi unggul , tangguh , dan prestatif , pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan . Sebab , salah dalam memilih lingkungan , salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan . Ingatlah pepatah, ‘Bergaul dengan tukang minyak wangi akan terbawa wangi dan bergaul dengan pandai besi akan terbawa bau bakaran.”. Wallohu a’lam bishawab.
Diterbitkan di:
Agustus 21, 2007
Lainnya tentang Seni & Humaniora
Ringkasan lain oleh sefrizal
More