Kiat Menjadi Unggul II
Summary rating: 5 stars
2 Tinjauan
Kunjungan:
103
kata:
600
Diterbitkan di: Agustus 21, 2007
Ingatlah firman Alloh, “ Qad aflahal mu’minun. Alladzina hum fii shalaatihim khosyi’uun. Alladzi ‘annilaghwi mu’ridun. ( QS. Al-Muminun :23 (1-3). “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusu dalam sholatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna. “ Artinya, Sholat yang terpelihara mutunya, khusu namanya yang dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga kualitas sholatnya. Itulah yang beruntung.
Jadi, pastikan waktu yang digunakan hanya diisi untuk memacu dan menempa kemampuan diri . Artinya setiap jam, setiap hari, setiap minggu, yang kita lalui harus selalu benar-benar ful manfaat. Dan lebih dari yang orang lain lakukan. Prinsipnya, pertama,waktu boleh sama tapi isi harus beda, dan kedua, sekarang harus lebih baik dari tadi. Itulah percepatan. Segala bentuk kemalasan ,keengganan harus dibuang jauh-jauh kalau ingin masa depan cerah. Bagi yang mendambakan keunggulan, jika melihat orang lain belajar lima jam sehari, maka dia harus punya bonus waktu belajar lebih dari lima jam seperti yang orang lain lakukan , artiny6a dia harus tahan belajar minimal tujuh sampai delapan jam sehari. Demikianlah, sebab salah satu ciri dari orang yang unggul adalah memiliki kebiasaan melakukan sesuatu dimana orang gagal enggan melakukannya
Maka, tidak ada waktu yang sia-sia. Ajaran Islam sangat menghormati dan menghargai waktu dan melarang kesia-siaan.Rasulullah bersabda , “Diantara tanda kebaikan akhlak manusia muslim itu adalah meninggalkan apa yang tidak perlu.” (HR Turmudji). Untuk itu , kalau saudara melakukan sesuatu , pikirkan manfaatnya. Tanyakan pada nurani, bagaimana kalau saya mati dalam keadaan melalaikan waktu, naudzubillah. Misalkan, mau nonton ke bioskop, tanyaka pada diri, manfaat engga nih ? bagaimana kalau saya mati lagi nonton di bioskop ? selalu di pikirkan agar jangan ada waktu yang tersia-sia. Setel tape, pastikan bahwa yang di dengar bukan yang sia-sia, yang melenakan jiwa, yang mengurangi semangat, apalagi nyanyian maksiat, naudzubillah . Pilihlah program atau acara yang dapat menambah kualitas keilmuan, wawasan dan pengalaman. Masih banyak acara lain yang lebih bermanfaat, bermutu, dan mengingatkan kita pada Alloh. Cobalah simak acara kajian ilmu, ceramah subuh, nasyid , atau nyanyian islami, serta tilawah Al-Qur’an. Sanagat pasti ada banyak hikmah yang dapat diambil.
Kalau lagi dongkol ingatlah bagaimana kalau lagi dongkol mati ? Kalau lagi sebel bagaimana kalau mati lagi sebel ? selalu piker-pikirkan ! Jangan sampai waktu terbuang percuma hanya untuk melakukan sesuatu yang sia-sia mau tidur, tiba-tiba ingat seorang ikhwan bagi akhwat, misalnya, pikirkan iih apa-apan iangat sama dia siapa tahu dia tidak ingat sama kita kan tekor. Mending ingat ke Alloh jangan sia-siakan waktu. Dalam segala hal buatlah program, perencanaan yang matang , cermat , dan rasional. Sehingga waktu kita efektip hanya digunakan untuk hal-hal yang dapat meningkatkan kemampuan dan mutu diri.