Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Mengolah Limbah Rumah Tangga

Mengolah Limbah Rumah Tangga

oleh: Adi2007     Pengarang : Adi
ª
 
Dengan kemajuan bioteknologi seperti sekarang ini, kiranya tidak terlalu sulit lagi bagi kita untuk mengupayakan pengolahan limbah rumah tangga sendiri, dengan lebih baik dan lebih produktif.

Mungkin kalau Anda bekerja di bidang perikanan, pertanian, peternakan, atau perkebunan, Anda tidak asing lagi dengan sebuah teknologi pengolahan limbah yang memanfaatkan jasa mikroorganisma-mikroorganisma pengurai, khususnya yang berhubungan dengan amoniak, nitrit, H2S, dan sejenisnya.

Contoh paling sederhana dan jelas mengenai mekanisme penguraian ini adalah sebuah ekosistem di akuarium yang lengkap. Dalam pelajaran biologi untuk sekolah menengah saat ini telah dijelaskan sekilas mengenai hal ini, namun demikian barangkali ada yang kurang memperhatikan topik tersebut.

Secara umum dan singkat, mata rantai di dalam akuarium dapat digambarkan seperti ini: ikan-ikan (atau individu-individu lain sejenisnya) memproduksi sisa metabolisme mereka yang berupa kotoran, dan sisa pakan, atau selaput lendir yang terkelupas, yang akan diuraikan oleh mikroorganisma pengurai yang bertugas menanganinya menjadi amoniak (NH3). Oleh bakteri-bakteri amoniak tersebut akan diuraikan menjadi nitrit (NO2), yang pada gilirannya akan diuraikan oleh bakteri lain menjadi nitrat (NO3). Sampai di sini nitrat tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh organisma yang berupa tanaman, termasuk jenis-jenis lumut (algae), selain jenis-jenis tanaman yang lebih besar. Dengan cara inilah keseimbangan ekosistem di dalam akuarium itu dapat bertahan, kestabilan kualitas air terjaga, dan kehidupan individu-individu yang ada di dalamnya dapat berlangsung dengan baik.

Dalam contoh tersebut bisa kita lihat dengan jelas besarnya peranan mikroorganisma (yang tidak dapat kita lihat dengan mata telanjang itu) dalam memelihara keseimbangan ekosistem. Hal tersebut sebenarnya juga berlaku bagi keseimbangan ekosistem di lingkungan lain, seperti misalnya pekarangan kita, atau septik tank.

Seringkali kita kurang memperhatikan apa saja yang telah kita masukkan atau kita tebarkan ke dalam tempat-tempat penting yang sering dianggap kotor tersebut. Kita lupa bahwa tempat 'kotor' tersebut justru yang menjaga agar lingkungan kita menjadi 'bersih'.

Seringkali tanpa kita sadari kita telah memiliki kebiasaan yang justru dapat mengganggu keseimbangan lingkungan tersebut, misalnya saja: memasukkan sabun cuci (deterjen) atau karbol wangi ke lubang WC, membuang sisa sabun, bensin, atau apa pun yang bersifat racun dan bisa membunuh semua mikrorganisma (termasuk yang menguntungkan) ke tanah pekarangan kita, dsb. Semua tindakan tersebut, khususnya kalau terjadi secara rutin, akan mengganggu keseimbangan lingkungan, dan pada gilirannya akan menyebabkan terjadinya gangguan-gangguan yang serius pada lingkungan hidup kita.

Bagaimana mengatasinya?
Syukurlah, saat ini telah beredar beberapa produk dalam negeri (dan tentu ada pula yang impor), yang memang bertujuan untuk mengatasi masalah ini. Produk-produk tersebut biasanya dijual dalam bentuk serbuk (hanpir seperti pupuk kandang), ada pula yang dikemas dalam sebuah kotak. Terdapat pula beberapa produk untuk akuarium dalam bentuk cair. Pemakaiannya cukup irit, dan harganya pun tidak meguras kantong, hanya seharga Anda membeli pupuk untuk tanaman. Salah satu contoh (yang pernah saya gunakan) adalah sebuah produk bernama 'Star Bio Plus', seratus persen hasil produksi anak bangsa. Dengan demikian septik tank Anda akan lebih terjaga, pekarangan Anda tetap subur (atau bahkan 'menjadi' subur), dan siapa tahu Anda bisa berjualan kompos?
Diterbitkan di: 04 Agustus, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah yang di maksut dengan cara pengolahan air berprinsip kolam oksidasi Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa-apa saja bisa kita lakukan untuk mengurangi produksi limbah domestik? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana penanggulangan limbah rumah tangga ? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    dengan cara membatasi pengguna'an barabg-barang yang satu kali pakai dan menggunakan barang-barang bisa didaur ulang sehingga barang tersebut tidak menjadi limbah dan bisa kembali digunakan ,dengan cara itu limbah rumah tangga bisa berkuran dan insya Allah bisa hilang dari muka bumi 15 September 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana mempelajari limbah ???? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    pelajarilah diri anda dahulu.. karna limbah terbentuk dan ada dr kita semua.ok 10 Januari 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara limbh dapat di daur ulang ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Ketahui dulu jenis limbahnya,,kemudian kita analisa karakteristik llimbah tersebut... Gunakan prinsip 3R (Gunakan kembali,, daur ulang,, buang. jangan sampai kita bermaksud mengurangi timbulan llimbah tapi justru menjadi sumber masalah... Beberapa limbah dapat kita olah kembali menjadi suatu barang kerajinan,, khususnya limbah padat non organik... Untuk limbah cair bisa digunakan sebagai pupuk cair maupun padat,,tentunya melalui sedikit proses pengolahan... awali dg pemilahan... 07 Oktober 2012
  1. Jawaban  :    dengan cara di piliah saja 28 Oktober 2011
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Star bio plus dapat kita beli dimana mudahkah didapat di sekitar kita bagaimana cara pemakaiannya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Salam kenal, saya rida di mana kita bisa dapet star bio plus berapa harganya, tks Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana caranya untuk mengatasi limbah ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    dengan cara di daur ulang 28 Oktober 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. cashflow88

    Nice

    Informasi bagus

    3 Nilai 23 Mei 2009
X

.