Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > Merasa Aman Dari Siksa Allah Dan Berputus Asa Dari Rahmatnya

.

Merasa Aman Dari Siksa Allah Dan Berputus Asa Dari Rahmatnya

Summary by : sefrizal
Kunjungan : 115  kata: 300   Diterbitkan di: Agustus 01, 2007
Firman Allah s.w.t.:
 
 “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tiada terduga duga)?, tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi” (QS. Al A''raf, 99).
 
 “Dan tiada yang berputus asa dari rahmat Rabbnya kecuali orang orang yang sesat” (QS. Al Hijr, 56).
 
 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. ketika ditanya tentang dosa-dosa besar, beliau menjawab:
 
 "Iaitu: syirik kepada Allah, berputus asa dari rahmat Allah, dan merasa aman dari makar Allah".
 
 Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ibnu Mas''ud r.a., ia berkata:
 
 "Dosa besar yang paling besar adalah: mensekutukan Allah, merasa aman dari siksa Allah, berputus harapan dari rahmat Allah, dan berputus asa dari pertolongan Allah" (HR. Abdur Razzaq).
 

Kandungan bab ini:
 
1-Penjelasan tentang ayat dalam surah Al A''raf<82>.
 
2-Penjelasan tentang ayat dalam surah Al Hijr<83>.
 
3-Ancaman yang keras bagi orang yang merasa aman dari siksa Allah.
 
4-Ancaman yang keras bagi orang yang berputus asa dari rahmat Allah.
 
_____________________________________
 
Catatan Kaki:
 
<82> Ayat ini menunjukkan bahawa merasa aman dari siksa adalah dosa besar yang harus dijauhi oleh orang mu''min.
 
<83> Ayat ini menunjukkan bahawa bersikap putus asa dari rahmat Allah termasuk pula dosa besar yang harus dijauhi. Dari kedua ayat ini dapat disimpulkan bahawa seorang mu''min harus memadukan antara dua sikap ; harap dan khuwatir, harap akan rahmat Allah dan khuwatir terhadap siksa Nya.

Ringkasan lain tentang Merasa Aman Dari Siksa Allah Dan Berputus Asa Dari Rahmatnya
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------