Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Nabi S.A.W. Tidak Dapat Memberi Hidayah Kecuali Dengan Kehendak Allah

Nabi S.A.W. Tidak Dapat Memberi Hidayah Kecuali Dengan Kehendak Allah

oleh: sefrizal     Pengarang : Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
ª
 
Nabi s.a.w. tidak dapat memberi hidayah kecuali dengan kehendak Allah[48] Firman Allah s.w.t.: “Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mahu menerima petunjuk.” (QS. Al-qoshosh, 56) Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori, dari Ibnul Musayyab, bahawa bapanya berkata: "Ketika Abu Tholib akan meninggal dunia, maka datanglah Rasulullah s.a.w., dan pada saat itu Abdullah bin Abi Umayyah, dan Abu Jahal ada disisinya, lalu Rasulullah bersabda kepadanya: "Wahai pamanku, ucapkanlah “la Ilaha Illallah” kalimat yang dapat aku jadikan bukti untukmu dihadapan Allah". Tetapi Abdullah bin Abi Umayyah dan Abu Jahal berkata kepada Abu Tholib: "Apakah kamu membenci agama Abdul Muthollib?", kemudian Rasulullah mengulangi sabdanya lagi, dan mereka berduapun mengulangi kata-katanya pula. maka ucapan terahir yang dikatakan oleh Abu Tholib adalah: bahawa ia tetap masih berada pada agamanya Abdul Mutholib, dan dia menolak untuk mengucapkan kalimat la ilah illallah, kemudian Rasulullah bersabda: "sungguh akan aku mintakan ampun untukmu pada Allah, selama aku tidak dilarang", lalu Allah menurunkan firmanNya: “Tidak layak bagi seorang Nabi serta orang-orang yang beriman memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik” (QS. Al bara''ah, 113). Dan berkaitan dengan Abu Tholib, Allah menurunkan firmanNya: “Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tidak sanggup memberikan hidayah) petunjuk) kepada orang-orang yang kamu cintai, akan tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada orang yang dikehendakiNya” (QS. Al Qoshosh, 57) [BR] Kandungan bab ini: 1-Penjelasan tentang ayat 57 surah Al Qoshosh[49]. 2-Penjelasan tentang ayat 113 surah Al Bara''ah[50]. 3-Masalah yang sangat penting, iaitu penjelasan tentang sabda Nabi s.a.w.: "Ucapkanlah kalimat la ilaha illallah", berbeza dengan apa yang difahami oleh orang-orang yang mengaku dirinya berilmu[51]. 4-Abu Jahal dan kawan-kawannya mengerti maksud Rasulullah ketika beliau masuk dan berkata kepada pamannya: "ucapkanlah kalimat la ilah illallah", oleh kerana itu, celakalah orang yang pemahamannya tentang asas utama Islam ini lebih rendah dari pada Abu Jahal. 5-Kesungguhan Rasulullah s.a.w. dalam berupaya untuk mengislamkan pamannya. 6-Bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan bahawa Abdul Mutholib dan leluhurnya itu beragama Islam. 7-Permintaan ampun Rasulullah untuk Abu Tholib tidak di kabulkan, ia tidak diampuni, bahkan beliau dilarang memintakan ampun untuknya. 8-Bahayanya Berkawan dengan orang-orang berfikiran dan berprilaku jahat. 9-Bahayanya mengagung-agungkan para leluhur dan orang-orang terkemuka. 10-"Nama besar" mereka inilah yang dijadikan oleh orang orang jahiliyah sebagai tolok ukur kebenaran yang mesti dianut. 11-Hadis di atas mengandungi bukti bahawa amal seseorang itu yang dianggap adalah di akhir hidupnya; sebab jika Abu Tholib mahu mengucapkan kalimat tauhid, maka pasti akan berguna bagi dirinya di hadapan Allah. 12-Perlu direnungkan, betapa beratnya hati orang-orang yang sesat itu untuk menerima tauhid, kerana dianggap sebagai sesuatu yang tidak boleh diterima oleh akal fikiran mereka; sebab dalam kisah di atas disebutkan bahawa mereka tidak menyerang Abu Tholib kecuali supaya menolak untuk mengucapkan kalimat tauhid, padahal Nabi s.a.w. sudah berusaha semaksimal mungkin, dan berulang kali memintanya untuk mengucapkannya. Dan kerana kalimat tauhid itu memiliki makna yang jelas dan konsekwensi yang besar, maka cukupah bagi mereka dengan menolak untuk mengucapkannya. _____________________________________ Catatan Kaki: [48] Bab ini merupakan bukti adanya kewajiban bertauhid kepada Allah. Kerana apabila Nabi Muhammad s.a.w. sebagai makhluk termulia dan yang paling tinggi kedudukannya di sisi Allah, tidak dapat memhidayah kepada siapapun yang beliau inginkan, maka tidak ada sembahan yang haq melainkan Allah, yang bisa memberi hidayah kepada sesiapa yang Dia kehendaki. [49] Ayat ini menunjukkan bahawa hidayah (petunjuk) untuk masuk Islam itu hanyalah di Tangan Allah saja, tidak ada seorangpun yang dapat menjadikan seseorang menapaki jalan yang lurus ini kecuali dengan kehendakNya; dan mengandung bantahan terhadap orang orang yang mempunyai kepercayaan bahawa para nabi dan wali itu dapat mendetangkan manfaat dan menolak madlarat, sehingga diminta untuk memberikan ampunan, menyelamatkan diri dari kesulitan, dan untuk kepentingan kepentingan lainnya. [50] Ayat ini menunjukkan tentang haramnya memintakan ampun bagi orang orang musyrik; dan haram pula berwala'' (mencintai, memihak dan membela) kepada mereka. [51] Penjelasannya ialah : diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan apa yang menjadi konsekwensinya, iaitu : memurnikan ibadah hanya kepada Allah, dan membersihkan diri dari ibadah kepada selain Nya, seperti : malaikat, nabi, wali , kubur, batu, pohon, dan lain lain.
Diterbitkan di: 01 Agustus, 2007   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 3. Gunanto

    Hidayah

    - Allah-lah dzat yang mempunyai hak prerogatif memberikan hidayah taufiq. - Kewajiban manusia, termasuk Baginda Nabi Muhammad SAW adalah hanya menyampaikan agama. - Ini adalah aqidah yang lurus, yang jika setiap orang memikirkannya dengan hati yang jernih niscaya ia akan meng-iya-kannya.

    1 Nilai 25 Februari 2013
  2. 2. Vinio Jubilee

    Debu Tauhid

    alhamdulillah, artikel ini sungguh memberikan pencerahan. Betapa tauhid kita dikotori oleh debu2 tipis yang sering kita tidak sadari. Jazakallahu khairan katsira

    0 Nilai 20 Juni 2011
  3. 1. Ismet

    Hanya Alloh pemberi Hidayah

    Nabi S.A.W. Tidak Dapat Memberi Hidayah Tanpa Kecuali

    1 Nilai 03 April 2011
X

.