Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > Si Binatang Jalang Itu Suka Makan Pagi

.

Si Binatang Jalang Itu Suka Makan Pagi

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Zelfeni Wimra
Summary by : wimonline
Kunjungan : 226  kata: 300   Diterbitkan di: Juli 23, 2007
Apabila kutinggikan adzan
Aku arahkan kepala ke Gunung Bungsu.
Nenek, bangun
Aku pemakan pagi
 
Sajak tanpa judul dan belum terpublikasi ini dilisankan Chairil Anwar kepada ponakan ayahnya, Zulfahmi (67).
 
Pada usia 7 tahun Chairil dibawa ayahnya, Tulus, dari Medan ke Taeh, Payakumbuh, Sumatera Barat, Indonesia. Chairil Tinggal dengan etek, adik ayahnya, Zubaidah. Sampai usia belasan tahun Chairil besar dan bermain bersama kelima anak Zubaidah: Mazni, Ar-Ra’i, Zulfahmi, Zulkifli, dan Yurida Emni.
Chairil dipanggil teman-teman sebayanya dengan Sinik. Kata Zulfahmi, itu karena di awal kedatangannya, Chairil senang mengajak temannya bermain dengan: “Sini kau!”
 
Chairil terkenal tongka (bandel). Kalau tiba waktu pergi mengaji ke surau, Chairil tidak pernah mau adzan selain di waktu Subuh. Dia punya alasan tersendiri: kalau adzan di waktu Subuh, ia bisa membangunkan neneknya untuk segera bangun dan memasak makanan pagi untuknya.

Ringkasan lain tentang Si Binatang Jalang Itu Suka Makan Pagi
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------