Seorang
napi asal Texas yang akan dieksekusi , mengucapkan permohonan terakhirnya yakni ia
ingin mati sambil tertawa. Patrick Knight, 39, mengumpulkan
humor dari internet dan berencana
untuk menceritakan salah satunya sebelum ia menerima suntikan maut, demikian keterangan dari juru bicara Departemen Kejahatan Kriminal Texas, Michelle Lyons pada hari Senin silam.
"Sang napi mengatakan bahwa ia ingin suasana yang santai dalam proses eksekusinya," tambahnya. Knight divonis hukuman mati karena pada Agustus 1991 ia membunuh 2
orang tetangganya yang sudah lansia di Amarillo, Texas. Lyons mengatakan, salah seorang teman Knight memasang pengumuman di sebuah halaman di jaringan situs sosial MySpace.com untuk mengumpulkan humor dan ia menerima jawaban berupa ratusan email berisi humor dari sesama pengguna internet.
"Saya sedang menikmati hari-hari terakhir di dunia," tulis Knight di situs tersebut. "Saya bukan mencari sahabat pena, namun saya berharap Anda sekalian berkenan untuk menyebarkan info bahwa saya sedang mengadakan sebuah kontes. Saya ingin orang-orang mengirimkan humor terbaik mereka dan biarlah saya beserta tamu-tamu yang hadir dalam proses eksekusi boleh
tertawa bersama."
"Selama ini permintaan terakhir para napi yang kami terima adalah mereka ingin membaca puisi atau ayat-ayat Alkitab, beberapa napi lainnya ingin meminta pengampunan atau doa," katanya. "Sepanjang pengalaman saya, inilah pertama kalinya seorang napi meminta untuk membaca humor sebagai permohonan terakhir."
Knight boleh-boleh saja membaca humor bagi para saksi yang menyaksikan eksekusinya, namun tak ada satupun eksekutor yang berada di Rutan Walls, Huntsville, Texas akan tertawa, tutur Lyons. "Setiap orang yang berada di sana harus tetap bersikap serius dan tak ada satupun yang akan terhanyut dalam humor tersebut," katanya.
Ringkasan lain tentang Seorang Napi Di Texas Ingin Mati Tertawa