Semampu apa kita menahan gravitasi?
Seberapa tahankah manusia menanggung beban gravitasi?
Pertanyaannya menggelitik ini sudah sering dicoba dijawab
dengan berbagai eksperimen. Bersyukurlah, dizaman modern ini jawabannya makin lengkap.
Mobil F1 menghasilkan 3 g ketika menikung di fast corner. Pembalap yang terlatih tidak merasakan ini sebagai
tekanan berlebihan. Namun , orang biasa akan mengalami sakit otot leher. Ketika Giancarlo Fisichella mengalami kecelakaan dengan mobil Jordan-nya saat melakukan testing disilverstone pada tahun 1997, black box didalam mobilnya menunjukkan bahwa ia menabrak dinding sirkuit dengan kecepatan 225,6 km/jam. Ia berhenti dalam waktu 0,72 detik dengan kecepatan rata-rata deceleration 8,39 g, sementara puncaknya tercatat 50 g. waktu demikian fisichella masih bisa keluar dari mobil tanpa bantuan.
Pesawat tempur bisa dijadikan contoh lain. Elang besi modern mampu berakselerasi sampai 9 g dan pilotnya sudah terlatih untuk mengoperasikan pesawat dalam tekanan 6g atau lebih. Pilot memang orang yang terlatih untuk bertahan baik dalam tekanan g positif (menukik) maupun g negative (bergerak keatas).
Untuk membantu pilot bertahan dalam maneuver high – g, mereka memakai baju khusus yang menekan betis, sehingga darah tidak mengalir ke kaki saat menerima g positif. Pilot juga diajari anti – G straining Manoeuvre, yaitu mengkontraksikan otot abdominal agar aliran darah tidak menjauhi otak.
Alat pelontar dipakai untuk melatih pilot membiasakan diri dengan g tinggi. Walaupun mesin ini mampu dibangkitkan sampai 15 g, pengoperasiannya harus tetap hati-hati untuk menjaga kesehatan pilot. Pesawat ulang-alik NASA dibatasi maksimal 3 g saat melakukan take – off agar astronotnya tidak stress.
Manusia mampu menahan g yang lebih tinggi, namun hanya dalam beberapa periode. Misalnya, saat terjadi tabrakan pengemudi yang memakai sabuk pengaman akan mengalami deceleration tertinggi 100g (Cuma sesaat). Kalau ini diteruskan, walau hanya untuk 0,1 detik, akibatnya akan fatal kkarena pembuluh nadi akan pecah setelah tekanan darah meningkat.
Sekitar akhir decade 1940-an dan awal decade 1950-an Kolonel John stapp-dokter angkatan udara Amerika Serikat pernah melakukan eksperimen yang membuat bulu kuduk berdiri merinding. Ia melaju dengan roket Sonic Wind I dalam kecepatan 1.011 km/jam lalu berhenti dalam 1,4 detik. Sang colonel mendapat deceleration rata-rata 20,6 g dengan puncak 40 g. untuk sementara waktu Stapp buta dan harus diangkat keluar memakai tandu. Namun kemudian ia bisa sembuh total.Cara termudah untuk mengalami g yang besar adalah dengan menaiki rollercoaster, dimana akselerasi yang didapat sekitar 4-5 g. Pemegang rekor tertinggi adalah Taz Texas Tornado di Six Flags Astroworld, Houston, dengan angka maksimum 6,7 g.