9 Konsep Kebohongan Wanita tentang Pria
Summary rating: 4 stars
16 Tinjauan
Kunjungan:
546
kata:
600
Diterbitkan di: Mei 24, 2007
Saya punya percakapan seperti ini lusinan kali dengan kaum gadis/wanita. Pada kenyataannya, untuk kebanyakan dalam kehidupan saya, saya sendiri berbohong pada diri saya. Jika ada orang yang tahu tentang kebohongan wanita yang mereka katakan pada diri mereka sendiri untuk membenarkan hubungan yang buruk yang mengarahkan diri mereka pada pernikahan yang buruk, itulah saya. Dan sekarang, teman tercinta saya, seorang yang mengatakan kembali kebohongan ini, jatuh pada pria dengan begitu mudahnya. Saya mulai berdoa agar dia melihat kebenaran sebelum semuanya terlambat. Bagaimana dengan anda? Jika anda mencoba menahan yang terbaik dari Tuhan, namun anda menemukan diri anda mengidentifikasi sejumlah kesamaan dengan pembicaraan diatas, anda harus baca tulisan ini. Tidak terlambat untuk anda mulai mengidentifikasi kebohongan yang anda katakan pada diri anda sendiri sehingga anda dapat menghindari pernikahan yang kosong dan hancurnya mimpi hidup anda.
Kebohongan 1: Seorang pria Kristen pastilah pilihan terbaik untuk pasangan kita.
Kebohongan 2: Jika hubungan itu rasanya benar, maka itu adalah benar.
Kebohongan 3: Saya dapat mengabaikan beberapa problem karakter – toh tidak ada yang sempurna.
Kebohongan 4: Saya benar-benar mengenal dia setelah menghabiskan banyak waktu bicara dengannya.
Kebohongan 5: Dia selalu mengatakan pada saya kebenaran.
Kebohongan 6: Kejadian yang kebetulan adalah tanda dari Tuhan.
Kebohongan 7: Adalah normal bagi pria untuk menekan saya untuk hubungan seks. Begitulah seorang pria.
Kebohongan 8: Ada banyak kualitas romatika pria diluar sana, persis seperti yang ada di film-film.
Kebohongan 9: Ketika saya menemukan seorang pria dan lalu menikah, saya pada akhirnya akan merasa bahagia dan lengkap.
Dengan mengatakan pada diri kita tentang kebenaran, kita memiliki setiap peluang untuk menemukan pria terbaik yang Tuhan sediakan bagi kita. Contoh terbaik hal ini adalah sobat saya. Dia (seorang wanita) menyudahi cara-cara untuk membuat hubungan yang salah dan mulai mendengarkan Tuhan untuk menuntun kehidupan kencannya. Beberapa minggu lalu, saya menghadiri pernikahannya. Hanya sebelum dia berjalan di pelaminan, dia menutup pintu ruangan kecil yang ada dibelakang kami bertiga. Matanya memancarkan kebahagiaan : “Kami butuh kamu berdoa untuk kami”. Itu adalah perasaan seorang pengantin yang amat menakjubkan – pilihan terbaik dari Tuhan untuk dirinya – itu menunjukkan hari-hari dimana saya berharap dia akan menjalaninya. “Ya berdoalah bagi kami. Itu hanya satu-satunya cara untuk memulai kehidupan kami secara bersama-sama. Hari-hari tidak akan menjadi benar tanpa hal itu (doa).”
Saya tidak dapat setuju yang lain selain hal itu.
Jenis: Artikel
Judul: 9 Konsep Kebohongan Wanita Tentang Pria
Penulis : Julie Ferwerda