Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Writing >Menerapkan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)

Menerapkan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)

oleh: FerdiansyahPamungkas    
ª
 
Menerapkan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup (K3LH)

HYGIENE PERUSAHAAN DAN KESEHATAN KERJA (HYPERKES)

Pengertian

Hygiene perusahaan dan kesehatan kerja merupakan bagian dari usaha kesehatan masyarakat yang ditujukan

kepada masyarakat pekerja, sekitar perusahaan dan umum yang menjadi konsumen hasil produksi.

Tujuan

Tujuan hyperkes adalah untuk mencapai derajat kesehatan tenaga kerja setinggi - tingginya sehingga dapat

meningkatkan produksi.

Usaha Yang Dilakukan

Usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan diatas antara lain :

  • Pencegahan dan pemberantasan penyakit dan kecelakaan akibat kerja.
  • Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan tenaga kerjavPerawatan dan peningkatan daya produktivitas tenaga manusia
  • Perlindungan masyarakat luas (konsumen) dari bahaya yang mungkin ditimbulkan dari hasil produksi

Penyakit Akibat Kerja dan Faktor Penyebabnya

Adalah penyakit yang ditimbulkan oleh atau didapat pada waktu melakukan pekerjaan, termasuk kecelakaan akibat

kerja yang faktor penyebabnya faktor mekanis.


Faktor penyebab penyakit akibat kerja :

1. Golongan fisik :

  • Suara yang keras dapat menyebabkan tuli §Suhu tinggi menyebabkan hyperpyrexia, sedang suhu rendah menyebabkan frosthite
  • Penerangan yang kurang atau terlalu terang menyebabkan pengelihatan terganggu
  • Radiasi sinar X atau radiasi sinar radio aktif menyebabkan penyakit darah, kemandulan, dan sebagainya

2. Golongan kimiawi :

Gas yang bersifat racun seperti CO, H2S, HCN, SO2, dll Uap dari cairan atau benda padat seperti Hg, Pb, insektisida Larutan atau cairan seperti H2SO4, HCl dan lain - lain Debu - debu seperti silika, kapas, asbes, dan debu logam berat

3. Golongan penyakit infeksi :

Penyakit anthrax oleh Bacillus anthracis pada penyamak kulit / pengumpul wol dan penyakit lain pada pekerja mikrobiologi


4. Golongan fisiologi :

Sebagai akibat kursi yang kurang cocok atau konstruksi mesin tidak cocok menyebabkan sikap badan sewaktu bekerja tidak baik.


5. Golongan mental / psychologi :

Disebabkan hubungan kerja yang kurang baik antara pekerja dengan pimpinan, sesama pekerja atau karena pekerjaan kurang sesuai.

Usaha pemberantasan dan cara pencegahannya :

  • Subtitusi yaitu mengganti bahan berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali.
  • Ventilasi umum yang mengalirkan udara bersih sesuai dengan ruangan kerja agar bahan berbahaya lebih rendah dari nilai ambang batas.
  • Ventilasi keluar setempat, yaitu menghisap keluar udara dari suatu ruangan kerja agar bahan berbahaya dihisap dan dikeluarkan.v
  • Isolasi yaitu dengan mengisolasi proses berbahaya.v
  • Pekerja menggunakan pelindung sesuai dengan jenis pekerjaannya seperti masker, tutup kepala, sarung tangan, kacamata, sepatu dan sebagainya.
  • Pemeriksaan kesehatan, pendidikan kesehatan dan keselamatan kerja serta penerangan sebelum kerja kepada para pekerja.
Selesai

Diterbitkan di: 05 Agustus, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.