Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Writing >Penggunaan metode bervariasi pada mata pelajaran PKn

Penggunaan metode bervariasi pada mata pelajaran PKn

oleh: arsyak     Pengarang : Arsyak
ª
 
Penggunaan Metode Ceramah Bervariasi Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Pokok Sistem Pemerintahan Tingkat Pusat Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

Pendidikan lazim dipahami sebagai usaha sadar untuk mencerdaskan seluruh rakyat, merupakan tanggung jawab bersama antara guru, orang tua, masyarakat dan pemerintah. Pendidikan bukanlah hal mudah dan sederhana untuk dibahas, karena selain sifatnya yang kompleks, dinamis dan kontekstual, pendidikan adalah sebuah wacana yang melibatkan pembentukan aspek kognitif, keterampilan bahkan pembentukan diri seseorang secara keseluruhan.

Dalam pendidikan, guru merupakan kunci dan sekaligus ujung tombak pencapaian misi pembaharuan pendidikan. Guru berada pada titik sentral untuk mengatur, mengarahkan, dan menciptakan sarana kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Sehingga secara tidak langsung guru dituntut untuk lebih profesional, inovatif, perspektif, dan proaktif dalam melaksanakan tugas pembelajaran.

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) atau Civic Education adalah program pendidikan/pembelajaran yang secara programatik - prosedural berupaya memanusiakan (humanizing) dan membudyakan (civilizing) serta memberdayakan (empowering) manusia/anak didik (diri dan kehidupannya) menjadi warga negara yang baik sebagaimana tuntutan keharusan/ yuridis konstitusional bangsa/negara yang bersangkutan.

Rujukan Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ialah Undang Undang Dasar 1945 yang jabarannya termuat dalam Ketetatap Majlis Permusyawaratan Rakyat (TAP MPR) dan Undang Undang (a.l. Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) menjadi kiblat seluruh Program dan Sistem pendidikan).

Menurut landasan konstitusional di atas, maka Visi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) lahirnya manusia/ Warga Negara Indonesia (WNI) dan kehidupan masyarakat bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia religius, cerdas, demokratis, dan damai, tenteram, sejahtera, moderen dan berkepribadian Indonesia.

Misi yang diembannya adalah program pendidikan; yang membelajarkan dan melatih anak didik secara demokratis, humanistik, fungsional. Membelajarkan hendaknya dimaknai memberi pembekalan pengetahuan politik, hukum, membina jati diri Warga Negara Indonesia berkepribadian/berbudaya Indonesia, melatih pelakonan diri/kehidupan Warga Negara Indonesia yang memahami politik, hukum serta berbudaya Indonesia dalam tatanan kehidupan masyarakat - bangsa - negara yang moderen.

Diterbitkan di: 21 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.