Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Writing >Khutbah Jum'at paling Update

Khutbah Jum'at paling Update

oleh: Blegedes     Pengarang : kriwil
ª
 
Jamaah Jumat rahimakumullah

Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya, yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudia keluarga, sahabat-sahabatnya, serta pengikutnya sampai akhir zaman.

Kaum muslimin, jamaah Jumat rahimani wa rahimakumullah

Di antara bukti indahnya ajaran Islam adalah diperintahkannya berbuat adil. Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan hak kepada masing-masing yang memiliki hak. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An Nahl: 90)

Adil tidak bisa diartikan secara mutlak “menyamaratakan”, karena menyamaratakan sesuatu yang berbeda adalah kezhaliman.

Islam memerintahkan manusia berbuat adil, yakni dengan memenuhi hak masing-masing yang memiliki hak. Dan hak pertama yang wajib kita penuhi adalah hak Allah Pencipta kita, kemudian hak nabi selaku utusan-Nya dst.

Hak Allah Subhanahu wa Ta’ala

Jamaah Jumat rahimakumullah

Hak pertama yang harus kita penuhi adalah hak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya hak Allah yang harus dipenuhi hamba-Nya adalah mereka harus beribadah kepada Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah hak Allah yang wajib kita penuhi, karena Dialah yang menciptakan dan memberikan rezeki kepada kita. Oleh karena itu, beribadah dan menyembah kepada selain-Nya adalah kezaliman dan sama saja tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. Bagaimana mungkin makhluk yang dicipta disembah, sedangkan mereka bukanlah pencipta dan bukan pula pemberi rezeki.

Termasuk hak Allah juga adalah dicintai dan diagungkan, diibadati dengan ikhlas, shalat lima waktu, zakat, puasa dan hajji bagi yang mampu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

Inilah dasar-dasar hak Allah, adapun selainnya biasanya wajib karena ada sebab, seperti berjihad karena diperangi dan dakwah dihalangi, menolong orang yang dizhalimi karena orang itu dianiaya dsb. Kemudian yang berikutnya adalah

Hak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Di antara hak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ditaati perintahnya, dijauhi larangannya, dibenarkan sabdanya, beribadah kepada Allah sesuai contohnya, dicintai melebihi kecintaan kita kepada anak, orang tua, dan manusia semuanya, dibela dan dihidupkan sunahnya, tidak membuat bid’ah dalam agama yang dibawanya, diucapkan shalawat dan salam kepadanya, dikedepankan sabdanya di atas perkataan semua manusia, dihormati dan dimuliakan serta diikuti petunjuknya.

Hak Orang Tua

Jamaah Jumat rahimakumullah

Di antara hak yang mulia yang harus kita jaga adalah hak orang tua kita. Orang tua memiliki jasa yang besar terhadap kita; ibu misalnya, ia yang mengandung, melahirkan dan membesarkan kita, sedangkan bapak kita membanting tulang bekerja untuk menghidupi kita dan mengurus kita hingga besar. Oleh karena itu, Islam memerintahkan berbakti kepada kedua orang tua dan menjadikan durhaka kepada kedua orang tua sebagai dosa yang sangat besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)

Hak orang tua yang harus kita penuhi adalah berbakti kepadanya, berbuat ihsan (baik) dengan harta maupun anggota badan, menaati perintahnya selama bukan maksiat dan selama tidak membahayakan diri kita, lembut dalam bertutur kata kepada keduanya, menampakkan wajah senang, melayani dan membantunya -terlebih ketika ibu-bapak kita sudah tua dan lanjut usia-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh rugi, rugi dan rugilah dia.” Lalu Beliau ditanya, “Siapakah wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu orang yang mendapatkan kedua ibu-bapaknya sudah tua atau salah satunya, namun tidak membuatnya masuk surga.” (HR. Muslim)

Hak Anak

Anak memiliki banyak hak yang harus dipenuhi orang tua, di antara hak mereka yang paling penting adalah diajarkan agama. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At Tahrim: 6)

Anak adalah amanah dan kedua orang tua akan ditanya pada hari kiamat tentang anaknya.

Saat ini, banyak orang tua yang meremehkan hak anak dan melupakannya seakan-akan mereka tidak bertanggung jawab terhadapnya. Mereka biarkan begitu saja anaknya pergi entah ke mana dan tidak ditanya dari mana sebelumnya? Mereka biarkan anaknya tidak dibimbing dan diarahkan serta tidak dilarang berbuat maksiat; mereka biarkan anaknya meninggalkan shalat, membiarkan puterinya melepas jilbab dan melepasnya dengan laki-laki yang bukan mahramnya –wal ‘iyadz billah-. Lebih mengherankan lagi ada orang tua yang ingin anaknya menjadi shalih namun tidak menjalankan sebab-sebabnya, padahal tidak mungkin sebuah perahu berlayar di tempat yang kering.

Di samping hak diajarkan agama, anak pun berhak mendapatkan pendidikan, nafkah; baik makanan, minuman maupun pakaian yang menutupi auratnya.

Jangan heran kalau anak nantinya akan durhaka kepada orang tua, karena orang tua tidak mendidiknya.

Hak Kerabat

Kerabat adalah orang yang memiliki hubungan dengan kita, baik karena nasab maupun karena mushaharah (perkawinan). Hak mereka yang harus kita penuhi adalah dengan menyambung tali silaturrahim. Kita perhatikan keadaan agamanya dan dunianya; jika mereka di atas maksiat maka kita luruskan dan jika keadaan dunia mereka kurang, maka kita bantu.

Menyambung silaturrahim bukanlah dilakukan karena kerabat kita melakukannya (hanya timbal-balik), tetapi orang yang menyambung silaturrahim sebenarnya adalah orang yang menyambungnya baik kerabatnya menyambungnya maupun memutuskannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Orang yang menyambung silaturrahim itu bukanlah orang yang timbal balik karena disambung, akan tetapi orang yang menyambung silaturrahim adalah orang yang menyambung hubungan ketika diputuskan.” (HR. Bukhari)

Diterbitkan di: 12 Nopember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.