Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Writing >Menyusun Pendahuluan dalam Karangan Ilmiah

Menyusun Pendahuluan dalam Karangan Ilmiah

oleh: titiksidji    
ª
 
Setiap kali akan menulis sebuah karangan ilmiah, terkadang kita merasa kebingungan bagaimana memulai kata-kata pertama atau pendahuluan. Kebingungan terjadi sebenarnya bukan karena apa yang kita tulis itu susah, tetapi sebenarnya diri kita sendiri yang membuat itu susah. Berikut ini secara ringkas saya coba berbagi bagaimana menulis sebuah pendahuluan.

Pendahuluan merupakan pintu masuk ke dalam inti tulisan. Pendahuluan juga sebagai pengiring atau pengantar pembaca untuk memahami permasalahan yang ingin dibahas dalam tulisan. Sebagai pintu masuk, hendaknya pendahuluan dibuat sesistematis mungkin sehingga pembaca dengan mudah menangkap apa yang ingin disampaikan penulis.

Pendahuluan pada intinya menyampaikan apa yang hendak penulis bahas. Sebuah tulisan ilmiah berangkat dari sebuah permasalahan yang tentunya ingin dipecahkan. Dengan kata lain, terdapat tiga bagian penting dalam sebuah pendahuluan, yaitu: realita atau kenyataan yang ada, idealisme atau harapan akan kenyataan tersebut, dan yang terakhir adalah solusi yang hendak dilakukan untuk pemecahan masalah tersebut.

Realita atau kenyataan adalah bagian yang membahas kondisi sebenarnya yang sedang dihadapi. Kondisi yang sedang terjadi di mana kondisi tersebut menggugah hati penulis untuk menyumbangkan gagasannya dalam sebuah tulisan ilmiah. Sebagai contoh yang akan dibahas adalah permasalahan banjir di Jakarta yang muncul setiap musim penghujan. Contoh: "Setiap musim hujan tiba, warga Jakarta selalu disibukkan dengan banjir yang mengenang bahkan sering pula merandam rumah mereka. Banyaknya sampah yang berada di sungai-sungai Jakarta semakin memperparah banjir karena air yang mestinya tertampung di sungai meluap sebab aliran air tersumbat oleh sampah".

Idealisme atau harapan secara sederhana dapat dikatakan sebagai keadaan yang seharusnya terjadi. Bagaimana seharusnya kondisi tersebut. sebagai contoh: "Seharusnya pemerintah DKI sudah waspada jauh-jauh hari sebelumnya sehingga tidak setiap musim penghujan warga disibukkan dengan masalah banjir. Jakarta sebagai Ibu Kota negara dan sebagai kota metropilitan hendaknya memiliki sistem saluran air yang baik dan tertata serta terjaga kebersihannya".

Yang terakhir adalah solusi atau simpulan sederhana. Sebenarnya lebih tepat bahwa bagian ketiga ini adalah pengantar untuk memasuki sebuah rumusan masalah yang akhirnya membawa pembaca tahu apa yang kiranya akan dibahas pada bagian inti dari yang ingi disampaikan penulis. Sebagai contoh: "Dari kenyataan yang terjadi tersebut tentu masih jauh dari harapan warga Jakarta. Bukan hanya tugas pemerintah DKI dalam mengatasi masalah klasik tersebut, namun perlu peran aktif warganya pula karena hal ini merupakan permasalahan bersama yang harus di atasi bersama pula. Berangkat dari kenyataan tersebut bagaimanakah langkah antisipasi terhadap banjir musiman tersebut? Dan bagaimanakah sikap yang hendaknya dibangun oleh seluruh warga Jakarta dalam peran sertanya mengatasi banjir di Jakarta?".

Itulah tiga hal yang kiranya dapat membantu memecahkan kebingungan kita dalam menulis sebuah pendahuluan dalam tulisan ilmiah. Sebagai catatan, untuk bagian pertama dan kedua tidak mutlak bagian pertama memaparkan kenyataan yang ada. Bisa juga pada paragra permulaan berisi akan idealisme-idealisme dari suatu keadaan kemudian dilanjutkan memaparkan kondisi senyatanya yang terjadi.
Diterbitkan di: 28 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.