Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Money & Business >Bagaimana Mengatur Keuangan Dasar Usaha

Bagaimana Mengatur Keuangan Dasar Usaha

oleh: sangmalik    
ª
 
Manajemen cash flow atau mengatur keuangan melalui perhitungan sederhana seperti yang dilakuakn oleh kebanyakan orang umum lainnya bahkan bagi seorang wirausahawan sekalipun dengan membaginya menjadi dua bagian: untuk konsumsi dan tabungan atau ditambah investasi tidaklah cukup. Dibutuhkan pengetahuan serta pengalaman seseorang yang sukses untuk berbagi ilmu manajemen cashflow keuangan baik bagi seorang pengusaha agar tidak diperalat oleh pegawainya yang lebih tahu mengenai manajemen akuntansi dan cashflow serta menghindari kerugian keuangan akibat ketidaktahuan si pemilik atau seorang pegawai muda khususnya yang belum menikah untuk menghindari konsumerisme berlebihan serta menyiapkan masa depan dengan usaha atau investasi. Berikut ini tips sederhana dari pengalaman seorang teman dalam mengatur arus keuangan usaha yang dimiliki:

Manajemen arus keuangan sederhana untuk perusahaan berskala mikro, kecil bahkan menengah setelah omzet (penghasilan kotor) setelah terkana pajak perusahaan (PPH):


1) Biaya Opersional Harian, biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menjalankan aktiviitas harian biasanya terkait dengan kebutuhan bahan baku yang harus disupply/dikirmkan setiap hari, contoh pada perusahaan franchise es jeruk: biaya gula gelas, konsumsi, air bersih, es batu.


2) Biaya Operasional Bulanan, biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan setiap bulan biasanya pembayarana pada karyawan dan fasilitas penunjang seperti listrik, PDAM, dan servis kendaraan angkutan.


3) Biaya R&D (Penelitian dan Pengembangan), biaya yang dikeluarkan dalam mengembangkan kualitas produk ata SDMnya agar dapat memiliki nilai lebih dan berdaya saing tinggi di pasar.


4) Biaya Investasi pengembangan usaha, biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam mengembangkan kapasitas usahanya dari segi tempat dan peralatan operasional.


5) Biaya gaji diri sendiri, biaya yang dikeluarkan jika peran anda masih menempati posisi dalam perusahaan tersebut dan anda berhak digaji sesuai dengan posisi anda.


6) Profit owner, hasil bersih dari biaya-biaya diatas tersebut yang berhak anda miliki sebagai owner/pemilik perusahaan.


7) Biaya cadangan, adalah sebuah tabungan jika ada kebutuhan dan keperluan yang harus menggunakan uang anda secara tiba-tiba seperti teman berhutang, masuk rumah sakit, pegawai kecelakaan dll.


8) Biaya Sosial/CSR (Corporate Social Responsibility), jika anda telah memiliki keuntungan dan merasa telah puas dengan pencapaian saat itu maka sudah wajib hukumnya juga memberi atau berbagi baik melalui anda pribadi atau perusahaan seperti anda juga menerima keuntungan tersebut. Ingat, para orang kaya seperti Bill Gates, Robert T Kiyosaki juga menerapkan hal tersebut karna itu menjadi hukum yang pasti bahwa MEMBERI-MENERIMA begitu pula MENERIMA-MEMBERI.


Sekian dari catatan mengenai tips mengelola keuangan yang saya bagikan secara gratis alia Cuma-Cuma. He he he. Kalau ada kritik, saran yang membangun bahkan tambahan materi, silahkan untuk berkomentar di tempat yang telah disediakan. Terima kasih.

Diterbitkan di: 17 April, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.