Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Health >Merangsang Puting Demi Persalinan

Merangsang Puting Demi Persalinan

oleh: Santtosso    
ª
 
Memasuki usia kehamilan tua atau mendekati tanggal perkiraan lahir, perasaan gelisah tidak bisa dipungkiri sering menghinggapi ibu hamil. Adalah sesuatu yang wajar, karena sebentar lagi tentunya sebuah proses besar yang membutuhkan pengorbanan yang luar biasa akan terjadi, yaitu melahirkan. Rasa mulas saat kontraksi dan sakit saat proses persalinan berlangsung sering menghantui para ibu hamil. Namun bagaimanapun itu, pada akhirnya tentunya banyak ibu berharap, pada saat proses melahirkan nanti, bisa berlangsung dengan cepat, aman, dan selamat.

Banyak cara bisa dilakukan oleh para ibu hamil agar proses persalinan dapat berlangsung dengan cepat, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan stimulasi puting (nipple stimulation). Stimulasi puting adalah sebuah teknik yang dipercaya dapat mendorong terjadinya sebuah kontraksi awal dengan cara melakukan gerakan melingkar, melakukan gosokan atau pijatan yang lembut pada daerah sekita puting. Cara ini dapat menjadikan payudara terangsang dan saat payudara terangsang hormon oksitosin akan dilepaskan yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya kontraksi. Selain itu, oksitosin juga dapat membantu lancarnya proses persalinan dengan cara mengontrol kontraksi yang terjadi pada rahim ibu hamil. Manfaat lain dari oksitosin adalah saat bayi telah lahir diperlukan untuk mengembalikan kondisi rahim ke dalam bentuk semula sebelum hamil.

Namun perlu diingat, stimulasi punting ini hanya bisa diterapkan pada kondisi persalinan normal, sebaliknya, jika ibu mengalami kehamilan beresiko seperti mengalami diabetes, memiliki tekanan darah tinggi, preeklampsia dan lainnya, teknik stimulasi puting ini jangan dilakukan.

Cara melakukan stimulasi puting ini adalah hampir sama saat ibu akan menyusui bayinya, dengan cara melakukan pijatan pada seluruh bagian gelap di sekeliling puting (aerola), jadi bukan hanya memutar putingnya saja. Posisikan telapak tangan di bagian atas aerola kemudian lakukan gerakan yang melingkar dibarengi dengan tekanan yang cukup lembut. Lakukan gerakan tersebut selama satu jam selama tiga kali sehari. Untuk setiap payudara lakukan selama 15 menit, setelah itu, ganti ke payudara berikutnya dengan waktu yang sama selama 15 menit, lakukan berulang hingga satu jam. Stimulasi puting akan menunjukkan hasil yang lebih baik tatkala telah masuk waktunya bersalin. Pastikan leher rahim dalam kondisi sudah melunak, kemudian menipis serta telah siap untuk pembukaan persalinan.

Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan stimulasi puting ini adalah:

1. Jangan melakukan stimulasi puting secara bersamaan terhadap ke dua payudara, tapi lakukan bergantian.

2. Jika kontraksi telah berlangsung dalam waktu 3 menit atau 1 menit, maka jangan lakukan stimulasi puting

3. Tidak melakukan stimulasi puting selama kontraksi berlangsung.

Diterbitkan di: 13 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.