Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Health >Cara mencegah anak tumbuh menjadi idot, melalui screening darah

Cara mencegah anak tumbuh menjadi idot, melalui screening darah

oleh: pardja     Pengarang : majalah tempo
ª
 
Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya dapat tumbuh sempurna baik fisik (motorik) maupun mental (cognitif), tetapi apakah anak kita akan tumbuh normal atau abnormal kita tidak tahu, untuk dapat mengetahuinya diperlukan sebuah tes. Saat ini sudah dikembangkan sebuah tes untu mengetahui apakah anak kita akan tumbuh normal atau tidak melalui tehnik screening darah, .
Pada dasarnya perkemelalui screening darah akan diketahui kompisisi atau kandungan darah sang bayi, komposisi darah yang dimiliki sang bayi inilah yang bakal menentukan apakah ia bakal tumbuh normal atau pakan menjadi idiot ( mengalami down syndrome / mental retardatio)
pada dasarnya perkembangan mental dan fisik seorang anak dipengaruhi oleh hormon tiroksin, dimana hormon tiroksin ini dihasilkan oleh kelenjar tiroid, sedang kelenjar tiroid tumbuh dan dipelihara oleh hormon tirotropin ( thyroid stimulating hormone/TSH).
Menururt para ahli di bidang endokrinologi pada setiap 3000 kelahiran terdapat 1 kelahiran dimana sang bayi diduga menderita hypotiroid kongenital ( kekurangan hormon tiroid bawaan) , bayi yang dilahirkan dengan kasus ini apabila tidak mendapat suntikan livotiroksin maka dapat dipastikan kelak bayi tersebut akan mengalami perlambatan pertumbuhan fisik dan mental, karena kerja usus, ginjal, reflek mengunyah akan terganggu begitu pula perkembangan otaknya.
Untuk mengetahui apakah bayi yang dilahirkan menyandang kasus hypotiroid kongenital ? harus dilakukan screening darah, dengan cara diambil sampel darah sang bayi pada telapak kakinya, kemudian letakkan darah tersebut pada kertas dan bawalah ke laboratorium yang mempunyai fasilitas untuk tujuan tersebut yakni laboratorium darah di RSCM, Jakarta dan Laboratorium darah di RS Hasan Sadikin Bandung. Jika hasil uji menunjukkan kadar tirotropin darah sang bayi kurang dari 20 miliunit perliter darah maka bayi tersebut terduga sebagai penyandang hypotiroid kongenital, agar ia bisa tumbuh normal sebagai manusia biasa maka harus di beri livotiroksin seumur hidupnya. Livotiroksin ini akan mampu membuat si bayi tumbuh normal jika pemberiannya dimulai dari sejak sang bayi berumur kurang dari satu bulan, jika sudah lewat dari satu bulan maka levotiroksin hanya mampu membuat normal perkembangan fisik sang anak, tetapi tidak pada perkembangan otaknya, alias anak secara fisik normal tetapi secara mental menderita idiot.
Sumber DR. A B Pulungan ahli endokrinologi RSCM Jakarta, DR. Diet Sadiah Rustama ahli endokrinologi RS Hasan Sadikin Bandung, diambil dari Majalah Tempo edisi 12-18 Maret 2012
Diterbitkan di: 23 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Saya ingin bertanya. Saya kan orang batak. Orangtua saya ada hubungan satu darah atau pasangan kandung. Apakah cenderung anak nya idiot? Mohon solusinya.. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.