Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Health >Tanggal KADALUARSA OBAT

Tanggal KADALUARSA OBAT

oleh: dikca     Pengarang: Dr. Ernawati S ; MS; Apt
ª
 
Apakah expired date yang tercantum pada obat merupakan tanggal obat tidak boleh dipakai lagi ? Apakah setelah tanggal itu obat benar-benar rusak sehingga tak dapat dipakai lagi ? Kadang sayang membuang obat yang mahal harganya ?
Hal diatas ditanyakan dalam sebuah rubrik kesehatan dan inilah jawaban dari pakarnya :

Tanggal kadaluwarsa obat adalah tanggal pada saat obat dinyatakan sudah kadaluwarsa atau lewat waktu. Tanggal ini ditetapkan oleh produsen berdasarkan uji stabilitas obat. Dalam uji ini ditentukan sampai berapa lama obat masih memenuhi syarat kualitasnya, yaitu syarat khasiat dan keamanannya. Jadi obat yang sudah lewat tanggal kedaluwarsanya tidak dijamin lagi khasiat dan keamanannya oleh produsen sehingga tentu saja tidak layak untuk dikonsumsi.

Apakah telah melewati tanggal itu obat pasti sudah rusak ? Belum tentu ! Ada saja kemungkinan bahwa obat itu jika diteliti di laboratorium masih layak pakai. Namun siapa yang dapat menjamin hal itu ?
Oleh sebab itu para ahli menganjurkan untuk tidak mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa sebab resikonya
cukup besar. Memang kadang sayang membuang obat yang mahal. namun tentu menghindari bahaya jauh lebih penting daripada sekedar menghemat uang bukan. Sebab gangguan kesehatan yang mungkin timbul karena minum obat kedaluwarsa justru dapat menghabiskan uang lebih banyak lagi di samping mengancam jiwa.

Mengapa obat kadaluarsa sudah tak layak konsumsi ?
Setiap obat mengandung satu atau lebih bahan berkhasiat. Setelah tanggal kadaluarsa dapat saja zat berkhasiat
itu terurai (karena sudah lewat masa stabilnya), sehingga berkurang kadarnya dalam obat. Dengan begitu efek
menyembuhkan seperti yang diinginkan tidak tercapai. Jika obat ini merupakan obat yang sangat diperlukan
untuk mengendalikan kecenderungan gangguan kesehatan tertentu, mis, obat darah tinggi, jantung, epilepsi,
diabetes dan sebagainya, maka dapat berakibat fatal. Ada juga zat berkhasiat yang ketika terurai dapat membentuk zat beracun atau berbahaya bagi kesehatan. Disamping itu zat-zat yang terdapat dalam obat (pada umumnya obat mengandung lebih dari satu macam zat ) apakah zat itu aktif atau tambahan, dapat bereaksi satu sama lain membentuk zat beracun atau berbahaya bagi kesehatan.
Jadi biasakanlah memeriksa tanggal kadaluwarsa obat. Jika tidak tercantum pada kemasan atau label ,catatlah nomor batch atau kode produksinya yang selalu harus ada dalam kemasan. Tanyakan pada produsen obat apakah obat tersebut sudah kedaluwarsa atau belum. Di negara maju hal ini sudah lumrah dilakukan.

Tanggal kedaluarsa hanya merupakan patokan umum. Artinya tidak berarti sebelum tanggal itu obat pasti masih baik dan layak pakai. Periksa apa obat masih baik dan tidak rusak. Perubahan warna, rasa dan bau harus selalu
dicurigai, karena hal ini menjadi indikasi apakah obat sudah rusak.

Untuk sediaan bentuk tablet
: Perhatikan apa ada perubahan warna, bercak, atau warna tak merata. Beberapa zat akan berubah warna jika rusak karena teroksidasi oleh udara. Lihat apa ada perubahan bentuk tablet. Untuk tablet salut gula, bila sebagian lapis gulanya sudah meleleh berarti obat sudah rusak, walaupun tanggal kedaluwarsanya masih belum tercapai.
Untuk sediaan bentuk sirup : Perhatikan warnanya. Berubah atau menjadi keruh. Kekentalannya apakah juga berubah. Jika berubah berarti sudah rusak.
Pada sediaan krim : Selain perubahan warna dan bau, rusaknya ditandai dengan pemisahan antara frasa minyak dan air.
Sirup dan krim umumnya lebih cepat rusak daripada tablet atau pil karena kandungan airnya.
Satu hal lagi, tanggal obat kedaluarsa hanya berlaku bagi obat yang masih belum dibuka atau dikeluarkan
dari kemasan aslinya. JIka obat sudah dibuka, biasanya akan lebih cepat rusak apalagi jiga penyimpanannya
tidak baik. Oksigen menyebabkan reaksi oksidasi yang menyebabkan zat dalam obat mudah rusak. Begitu
juga bakteri dan mikroba lain di udara yang sangat aktif merusak obat.

Semoga bermanfaat.
Diterbitkan di: 07 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah obat yang tanggal kadaluarsanya baru lewat sebulan tidak boleh dikonsumsi ? padahal obat itu mahal dan paten dan masih terbungkus rapi dalam kemasaan dan belum ada tanda kerusakan secara fisik Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jika obat sudah kadaluwarsa kemungkinana obat tersebut sudah mengalami kerusakan berapa persen dari khasiatnya. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.