Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Family >Mengatasi Dampak Buruk Televisi Pada Anak

Mengatasi Dampak Buruk Televisi Pada Anak

oleh: GelandanganElite    
ª
 
Perkembangan media informasi bergerak dengan cepatnya, bila kita bandingkan dengan 10 tahun lalu , maka akan terlihat sudah sedemikian jauhnya kemajuan dicapai. Seiring dengan kemajuan ini, maka dampaknya pun juga mengikuti. Dampak baik maupun dampak buruk, tergantung bagaimana menyikapi, pasti bisa dirasakan oleh kita semua. Media informasi yang dampaknya langsung ke masyarakat adalah televisi dan radio. Dan diantara keduanya mungkin televisilah yang paling memberi dampak.

Ditengah beragamnya acara televisi, anak-anak lah yang paling kena dampaknya. Mereka acapkali menikmati suatu acara yang bukan porsinya. Sudah teramat sering kita dengar bagaimana dampak acara televisi pada anak. Bermacam reaksi pun di tunjukan para orang tua dalam menyikapinya. Ada yang tidak begitu peduli apa yang ditonton sang anak, namun tidak sedikit juga yang khawatir sehingga membatasi anaknya secara ketat dalam menonton acara televisi. Apapun reaksi itu pasti ada nilai plus minusnya.

Memang bukan hal baik mengkonsumsi sesuatu yang bukan porsinya. Para orangtua yang menyadari hal demikian pun seperti tidak berdaya. Faktor komersil telah menjadikan media televisi, hiburan utama masyarakat, bagaikan pedang bermata dua.

Bila merubah keadaan tidak bisa, maka diri kita lah yang harus berubah, sebuah strategi bagaimana menaklukan keadaan diluar kita. Membendung media jelas tidak mungkin, maka kembali pada pribadi masing-masinglah pencegahan bisa dilakukan. Dalam masa usia dini, seorang anak akan menyerap apa saja yang dilihatnya, mereka belum bisa menyaring mana baik mana buruk. Dan pada masa inilah, peran aktif orang tua sangat dibutuhkan.

Lalu langkah apa yang musti diambil? Kurang bijak, bila kita terlalu membatasi dengan banyak aturan, tetapi biasakan diri berdiskusi dengan anak, mulai dari hal-hal sederhana. Hal itu akan sangat membantu sang anak menyadari apa yang dilihat.

Berdiskusilah dengan mengajukan pertanyaan sederhana sehingga mudah dicerna oleh mereka seperti bagaimana perasaannya melihat /mendengar acara tv tersebut, bagaimana pendapatnya, dan lebih baik juga ajarkan anak untuk menilai yang ditontonnya. Dan bila sang anak bertanya tentang apa yang di tonton , jelaskan tentang pesan yang terkandung didalamnya, belajar kreatif menjawabnya.

Dengan berdiskusi sang anak berlatih menumbuhkan sikap kritis, sehingga ia akan tahu mana yang berguna dan baik buat dia, dan mana yang tidak. Pertanyaan simple dan tulus akan membuat sang anak nyaman menjawab, dan disitulah pentingnya memposisikan diri sebagai sahabat diskusi bukan seperti orang yang sedang menginterogasi.

Salam.



/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}
Diterbitkan di: 27 September, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.