Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Family >Metodologi Pengajaran Agama

Metodologi Pengajaran Agama

oleh: okoss     Pengarang : Chabib Thoha
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}

Pendidikan di Indonesia saat ini belum lah berjalan secara maksimal. Terlebih lagi dalam pendidikan Islam. Hal ini terjadi dikarenakan beberapa faktor. Yang bertanggungjawab atas ketidakmaksimalan ini tidak hanya pihak sekolah saja tetapi semua yang bersangkutan antara lain kepala sekolah, guru,siswa dan lain-lain.

Siswa-siswa yang Islam di Indonesia saat ini yang sudah baligh atau memasuki usia remaja, masih banyak yang kurang memahami tentang fiqih Islam, kususnya mengenai sholat jenazah. Kita sebagai calon pendidik harus bisa membantu untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang hal tersebut. Maka dari itu akan dibahas mengenai metode pengajaran tentang sholat jenazah kususnya untuk siswa SMP/SMA dan sederajat.

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:"ArialBaltic","sans-serif";}


A. Metode Dalam Pembelajaran Sholat Jenazah

Sholat jenazah merupakan sholat yang berhukum fardhu kifayah. Sholat ini dilakukan untuk mendoakan mayit. Dalam pelaksanakannya terdapat rukun-rukun yang harus dipenuhi seperti, niat,takbir empat kali, membaca surat Al Fathihah, sholawat, doa mayit, salam. Sholat jenazah ini masih banyak siswa yang belum bisa mempraktekkannya dalam kehidupan dimasyarakat, oleh karena itu seorang guru harus bisa mamahamkan siswanya kususnya materi ini.

Dalam memberikan pembelajaran fiqih sholat jenazah kususnya untuk siswa SMP/SMA ada beberapa metode yang dapat digunakan dan dikembangkan antara lain :

1. Metode Ceramah

Dengan metode ini guru memberikan informasi didepan para murid mengenai sholat jenazah. Dalam memberikan pembelajaran guru dapat menggunakan buku sebagai acuan bahan ajar.

2. Metode Tanya Jawab

Metode ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan kepada siswa secara langsung/lisan setelah guru memberikan penjelasan mengenai sholat jenazah, dan siswa berusaha menjawab. Guru dapat juga memberikan reward , bisa berupa barang atau poin nilai bagi siswa yang dapat menjawab.

3. Metode Kerja kelompok

Metode pembelajaran ini dapat dilakukan dengan membuat beberapa regu diskusi yang didalamnya tedapat siswa yang kemampuannya berbeda. Dalam regu tersebut bagi siswa yang sudah bisa melakukan sholat jenazah, mengajarkan kepada siawa yang belum bisa, sehingga dalam regu tersebut terjadi kegiatan menanyakan, komentar, maupun pendengar.

4. Metode Tugas

Metode ini dilakukan dengan cara guru memberikan suatu tugas kepada murid mengenai hal-hal yang berhubungan dengan sholat jenazah, semisal apa saja rukunnya, apa saja yang dibaca dalam sholat jenazah dan sebagainya. Tugas ini dituliskan dalam kertas dan dikumpulkan dalam waktu tertentu yang sudah disepakati.

5. Metode Demonstrasi

Metode ini dapat dilakukan dengan cara guru memberikan contoh didepan para murid mengenai praktek sholat jenazah, setelah itu murid disuruh untuk mengikuti guru tersebut. Dalam metode ini guru dapat menggunakan alat bantu berupa boneka sebagai mayitnya atau manggunakan alat lain.

6. Metode Uswatun Hasanah

Metode ini dilakukan semisal ada orang yang meninggal dunia dilingkungan sekolah, guru mengajak murid untuk melakukan sholat jenazah dan guru tersebut dapat sebagai imam dan sebagai contoh dalam praktek dimasyarakat.


Dan masih banyak metode lain yang dapat digunakan dan dikembangkan dalam memberikan pembelajaran fiqih sholat jenazah kepada siswa.


B. Hal-hal Yang Harus Diperhatikan Guru Dalam Mengajar


Mengajar sebenarnya merupakan suatu proses transfer of knowledge. Artinya guru sebagai pengajar bertugas mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik sehingga peserta didik mengerti, memahami, menghayati dan dapat mengamalkan ilmu pengetahuan tersebut.

Guru selain harus menyadari profesinya dan pengajaran yang berorientasi pada siswa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :[1]

a. Tujuan

Guru harus mengetahui dengan jelas apakah tujuan dari proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Guru harus dapat memilih materi pengejaran yang dapat mengarah pada kognitif, afektif ataupun psikomotorik. Sebagai contoh sholat jenazah, tujuannya agar siswa mampu melaksanakan sholat jenazah tersebut. Perumusan tujuan ini akan mencakup tentang teori sholat jenazah(kognitif), sikap siap dan merasa berkewajiban untuk sholat jenazah jika ada orang yang meninggal dunia (afektif), serta trampil dan hafal dalam melafadzkan bacaan-bacaan serta gerakan-gerakan sholat jenazah (psikomotorik).



b. Bahan / Materi

Bahan atau materi ini menyangkut apa yang harus diberikan kepada peserta didik. Pengetahuan, sikap atau nilai serta ketrampilan apa yang harus dipelajari peserta didik

c. Metode / Alat

Guru harus mampu memilih metode mana yang paling tepat dalam menaympaikan materi kepada peserta didik. Selain itu, harus mampu memanfaatkan alat bantu atau media dalam memaksilmalkan proses pembelajaran.

d. Evaluasi / Penilaian

Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana penguasaan materi oleh peserta didik, memonitor keberhasilan proses belajar mengajar, memberikan umpan balik guna penyempurnaan dan pengembangan proses belajar mengajar lebih lanjut.

e. Perbedaan Individu

Prinsip ini harus benar-benar diperhatikan oleh guru. Karena pada kenyataannya, walaupun anak itu kelihatannya sama, ternyata tidak sama baik rupa, bentuk maupun psikisnya. Perbedaan ini meliputi : bakat, minat, kecenderungan, sikap, perhatian, kebiasaan, cara belajar, lingkungan sosial, ekonomi rumah tangga, tingkat intelegensi, cara bergaul, pembawaan dan sebagainya.

Oleh karena itu guru harus bijaksana serta tidak memaksakan kehendaknya, karena antara anak yang satu dengan yang lainnya tidak bisa disamakan.

Diterbitkan di: 17 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.