/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
line-heigh t:115%;
font-size:11.0pt;
font-family:" Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}
Pendidikan di Indonesia saat ini
belum lah berjalan secara maksimal. Terlebih lagi dalam pendidikan Islam. Hal
ini terjadi dikarenakan beberapa faktor. Yang bertanggungjawab atas
ketidakmaksimalan ini tidak hanya pihak sekolah saja tetapi semua yang
bersangkutan antara lain kepala sekolah, guru,siswa dan lain-lain.
Siswa-siswa yang Islam di Indonesia
saat ini yang sudah baligh atau memasuki usia remaja, masih banyak yang kurang
memahami tentang fiqih Islam, kususnya mengenai sholat jenazah. Kita sebagai
calon pendidik harus bisa membantu untuk memberikan pemahaman kepada generasi
muda tentang hal tersebut. Maka dari itu akan dibahas mengenai metode
pengajaran tentang sholat jenazah kususnya untuk siswa SMP/SMA dan sederajat.
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
line-heigh t:115%;
font-size:11.0pt;
font-family:"ArialBaltic","sans-serif";}
A. Metode Dalam Pembelajaran Sholat Jenazah
Sholat jenazah merupakan sholat yang
berhukum fardhu kifayah. Sholat ini dilakukan untuk mendoakan mayit. Dalam
pelaksanakannya terdapat rukun-rukun yang harus dipenuhi seperti, niat,takbir
empat kali, membaca surat Al Fathihah, sholawat, doa mayit, salam. Sholat
jenazah ini masih banyak siswa yang belum bisa mempraktekkannya dalam kehidupan
dimasyarakat, oleh karena itu seorang guru harus bisa mamahamkan siswanya
kususnya materi ini.
Dalam memberikan pembelajaran fiqih
sholat jenazah kususnya untuk siswa SMP/SMA
ada beberapa metode yang dapat digunakan dan dikembangkan antara lain :
1.
Metode Ceramah
Dengan metode ini guru memberikan
informasi didepan para murid mengenai sholat jenazah. Dalam memberikan
pembelajaran guru dapat menggunakan buku sebagai acuan bahan ajar.
2.
Metode Tanya Jawab
Metode ini dilakukan dengan cara
memberikan pertanyaan kepada siswa secara langsung/lisan setelah guru
memberikan penjelasan mengenai sholat jenazah, dan siswa berusaha menjawab.
Guru dapat juga memberikan reward , bisa berupa barang atau poin nilai
bagi siswa yang dapat menjawab.
3.
Metode Kerja kelompok
Metode pembelajaran ini dapat
dilakukan dengan membuat beberapa regu diskusi yang didalamnya tedapat siswa
yang kemampuannya berbeda. Dalam regu tersebut bagi siswa yang sudah bisa
melakukan sholat jenazah, mengajarkan kepada siawa yang belum bisa, sehingga
dalam regu tersebut terjadi kegiatan menanyakan, komentar, maupun pendengar.
4.
Metode Tugas
Metode ini dilakukan dengan cara guru
memberikan suatu tugas kepada murid mengenai hal-hal yang berhubungan dengan
sholat jenazah, semisal apa saja rukunnya, apa saja yang dibaca dalam sholat
jenazah dan sebagainya. Tugas ini dituliskan dalam kertas dan dikumpulkan dalam
waktu tertentu yang sudah disepakati.
5.
Metode Demonstrasi
Metode ini dapat dilakukan dengan
cara guru memberikan contoh didepan para murid mengenai praktek sholat jenazah,
setelah itu murid disuruh untuk mengikuti guru tersebut. Dalam metode ini guru
dapat menggunakan alat bantu berupa boneka sebagai mayitnya atau manggunakan
alat lain.
6.
Metode Uswatun Hasanah
Metode ini dilakukan semisal ada
orang yang meninggal dunia dilingkungan sekolah, guru mengajak murid untuk
melakukan sholat jenazah dan guru tersebut dapat sebagai imam dan sebagai
contoh dalam praktek dimasyarakat.
Dan masih banyak metode lain yang
dapat digunakan dan dikembangkan dalam memberikan pembelajaran fiqih sholat
jenazah kepada siswa.
B. Hal-hal
Yang Harus Diperhatikan Guru Dalam Mengajar
Mengajar sebenarnya merupakan suatu
proses transfer of knowledge. Artinya guru sebagai pengajar bertugas
mengajarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik sehingga peserta didik
mengerti, memahami, menghayati dan dapat mengamalkan ilmu pengetahuan tersebut.
Guru selain harus menyadari
profesinya dan pengajaran yang berorientasi pada siswa, ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan :[1]
a.
Tujuan
Guru harus mengetahui dengan jelas
apakah tujuan dari proses belajar mengajar yang sedang berlangsung. Guru harus
dapat memilih materi pengejaran yang dapat mengarah pada kognitif, afektif
ataupun psikomotorik. Sebagai contoh sholat jenazah, tujuannya agar siswa mampu
melaksanakan sholat jenazah tersebut. Perumusan tujuan ini akan mencakup tentang
teori sholat jenazah(kognitif), sikap siap dan merasa berkewajiban untuk sholat
jenazah jika ada orang yang meninggal dunia (afektif), serta trampil dan hafal
dalam melafadzkan bacaan-bacaan serta gerakan-gerakan sholat jenazah
(psikomotorik).
b.
Bahan / Materi
Bahan atau materi ini menyangkut apa
yang harus diberikan kepada peserta didik. Pengetahuan, sikap atau nilai serta
ketrampilan apa yang harus dipelajari peserta didik
c.
Metode / Alat
Guru harus mampu memilih metode mana
yang paling tepat dalam menaympaikan materi kepada peserta didik. Selain itu,
harus mampu memanfaatkan alat bantu atau media dalam memaksilmalkan proses
pembelajaran.
d.
Evaluasi / Penilaian
Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui
sejauhmana penguasaan materi oleh peserta didik, memonitor keberhasilan proses
belajar mengajar, memberikan umpan balik guna penyempurnaan dan pengembangan
proses belajar mengajar lebih lanjut.
e.
Perbedaan Individu
Prinsip ini harus benar-benar
diperhatikan oleh guru. Karena pada kenyataannya, walaupun anak itu
kelihatannya sama, ternyata tidak sama baik rupa, bentuk maupun psikisnya. Perbedaan ini
meliputi : bakat, minat, kecenderungan, sikap, perhatian, kebiasaan, cara
belajar, lingkungan sosial, ekonomi rumah tangga, tingkat intelegensi, cara
bergaul, pembawaan dan sebagainya.
Oleh karena itu guru harus bijaksana serta
tidak memaksakan kehendaknya, karena antara anak yang satu dengan yang lainnya
tidak bisa disamakan.