Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Electronics & Gadgets>6 Tips Membeli Laptop Second

6 Tips Membeli Laptop Second

oleh: adriannugraha     Pengarang : berbagai sumber
ª
 
Namun jangan khawatir, walaupun dengan dana terbatas kesempatan untuk memiliki laptop yang bagus dan berkualias masih terbuka lebar. Caranya adalah dengan membeli laptop bekas.

Sebagian anggapan masyarakat memang mengatakan bahwa kualitas laptop bekas tidaklah sebagus laptop baru. Dan anggapan itu tidaklah salah, namun tidak bisa dipungkiri bahwa laptop bekas pun banyak yang memiliki kualitas baik. Bahkan kita bisa menghemat banyak uang jika berhasil mendapatkan laptop bekas yang masih bagus dengan harga yang jauh lebih murah daripada laptop baru.


Berikut ini ada beberapa tips membeli laptop bekas untuk mendapatkan hasil dan kualitas yang baik


Periksa bentuk fisik luar

Bentuk fisik merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan dalam memilih laptop bekas walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa bentuk fisik yang bagus belum tentu memiliki isi yang bagus pula. Namun demikian, banyak pendapat mengatakan bahwa bentuk fisik luar merupakan cerminan dari bentuk fisik yang ada di dalam. Luarnya bagus biasanya dalamnya juga bagus. Seseorang akan merasa enggan untuk memeriksa bentuk fisik dalam jika bentuk fisik luarnya saja sudah tidak karuan. Jadi, bentuk fisik luar merupakan faktor yang sangat penting.


Tanya garansi

Banyak alasan orang menjual laptop yang baru dibelinya, mulai dari alasan keuangan, bosan, atau tidak sesuai kebutuhan. Tanyakan kejelasan garansi. Apakah garansi toko atau garansi distributor resmi? Periksa juga kartu garansi. Sebagian merek menyediakan fasilitas pengecekan garansi di website resmi, seperti merek Lenovo dan Apple.


Jika memang masa garansi menjadi faktor yang amat penting, Anda dapat mencari beberapa tipe laptop bisnis yang biasanya memiliki masa garansi 3 tahun. Sebaiknya Anda membeli laptop bekas dengan sisa masa garansi sekurangnya 3 bulan.


Periksa layar

Salah satu komponen yang paling mahal di laptop adalah layar LCD. Periksalah dengan saksama untuk mengetahui apakah ada cacat di layar laptop yang dibeli. Cara cepatnya, ganti wallpaper ke warna hitam polos dan cari titik yang berwarna selain hitam.


Lalu ubah wallpaper ke putih polos dan cari titik hitam atau titik berwarna selain putih. Perhatikan juga apakah ada garis di layar yang tidak hilang. Jika ada cacat pada layar, sebaiknya pilih unit yang lain mengingat penggantian layar lumayan mahal.


Cek fisik dan fungsi

Periksa kondisi fisik untuk mendapat gambaran seperti apa perlakuan pemilik laptop terdahulu. Jika Anda membeli di toko, kemungkinan besar pihak toko telah membersihkannya, tapi untuk beberapa cacat akibat terbentur atau jatuh, biasanya sulit ditutupi.

Tanyakan secara langsung jika Anda curiga laptop tersebut pernah jatuh atau terbentur. Urungkan niat membeli jika memang Anda kurang yakin. Untuk fungsi, Anda dapat mencoba menggunakan keyboard, speaker, webcam, USB, slot memory card dan drive optik untuk memastikan semua fungsi berjalan dengan normal.


Cermati baterai

Mungkin satu hal yang paling sulit adalah mengetahui kondisi baterai. Pada beberapa laptop seperti Apple MacBook dan Lenovo ThinkPad, terdapat software untuk mengetahui berapa daur baterai atau berapa kali baterai laptop tersebut telah mengalami pengisian. Rata-rata baterai laptop dirancang bertahan sampai 1000 kali pengisian.


Jika tidak ada software tersebut, cobalah menyalakan laptop tanpa terhubung ke charger dan jalankan beberapa aplikasi. Perhatikan indikator baterai. Jika berkurang drastis, kemungkinan baterai kurang prima dan Anda harus membeli baterai baru yang harganya cukup tinggi.


Ekspektasi harga

Berapa harga yang wajar? Jika model laptop bekas yang ingin dibeli masih dijual di pasaran, maka selisih harganya berkisar antara 20-30 persen, tergantung kondisi, merek, kelengkapan, dan masa garansi.


Untuk produk yang sudah tidak dijual lagi, agak sulit menentukan harga yang pas. Sebabnya, biasanya model laptop yang sudah discontinued (tidak diproduksi lagi), tidak diturunkan harganya. Padahal harga model laptop penggantinya (dengan spesifikasi lebih tinggi) biasanya dijual dengan kisaran harga yang sama. Sebaiknya Anda mengurangi minimal 35% dari harga terakhir.


Membeli laptop bekas memang membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra. Jangan terburu nafsu jika melihat barang yang sepertinya dibandrol terlalu murah. Periksa dulu dengan benar-benar. Kata kuncinya: sabar dan teliti.

Diterbitkan di: 28 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.