Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Careers >Metode penetasan telur

Metode penetasan telur

oleh: anamadiputra     Pengarang : ahmad said
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size: 11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}

Semua hewan secara alami melakukan pembiakan dengan cara perkawinan,. Khusus unggas, biasanya dilanjutkan dengan proses bertelur. Setelah proses bertelur selesai, secara lamiah sang betina akan mengerami telurnya. Setelah proses pengeraman selesai, yang ditandai dengan menetasnya telur, unggas betina bertugas mengasuh anak hingga disapih selama sekitar 2 bulan.

Lama masa pengeraman dan pengasuhan anak menyebabkan unggas betina kurang produktif. Dalam setahun seekor ayam betina hanya mampu bertelur maksimum 4 kali dengan jumlah telur 56-84 butir. Itupun jika telur yang dihasilkan menetas seluruhnya. Padahal, daya tetas telur yang dierami oleh induknya tidak pernah mencapai 100%.

Dengan adanya tuntutan memenuhi kebutuhan daging dan telur, maka muncullah gagasan untuk memperpendek atau meniadakan masa pengasuhan anak. Dengan cara memisahkan anak-anak ayam (DOC= day old chick) yang baru menetas. DOC tersebut dikumpulkan dalam satu tempat (kandang) dengan perlakuan khusus. Dengan cara ini, produktifitas ayam betina (induk) bisa meningkat sampai dua kali lipat.

Inovasi semakin berkembang, terutama dengan ditemukannya cara-cara menetaskan telur ayam tanpa dierami induknya, inovasi pertama seperti menitipkan telur ayam kepada entok (titip telur). Sejalan dengan diterapkannya metode titip telur berkembang pula metode mesin tetas. Pada awalnya, yang disebut mesin tetas adalah sebuah kotak yang diisi sekam atau pasir, kemudian telur-telur yang akan ditetaskan diletakkan di dalamnya. Namun kekurangan metode ini adalah daya tetas telur rendah, hanya berkisar 40-50 %. Hal tersebut disebabkan panas di dalam mesin tetas ini tidak stabil, karena sumber panas yang digunakan berasal dari sinar matahari.

Pada akhir 1980-an, di Indonesia mulai berkembang mesin tetas sederhana yang berupa kotak menyerupai lemari kecil, kemudian diisi dengan pemanas dan pengontrol suhu. Penetasan dengan model ini daya tetas yang dihasilkan bisa mencapai 80%, sehingga secara ekonomi cukup menguntungkan.

Namun yang perlu diingat, semua ayam tetap memiliki naluri mengeram dan mothering ability (sifat keibuan) terhadap anaknya. Karena itu, perlu diperlakukan secara khusus, misalnya dengan memandikan ayam-ayam yang sudah menyelesaikan masa bertelurnya, duakali sehari selama lima hari berturut-turut, selain itu, bisa juga dengan memberikan preparat parasetamol dengan dosis tertentu. Dengan perlakuan-perlakuan tersebut, ayam sudah bisa bertelur kembali 7-10 hari kemudian


Diterbitkan di: 01 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagus gan artikel nya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    loh tmpa mesin tetas pake cara apa lgi supya telur2'y bisa menetas tampa dierami? terimakasih Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.