Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Beternak itik

oleh: anamadiputra     Pengarang : Ir. sandhy Sakti Windhyarti
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size: 11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}

Di Indonesia, ternak itik merupakan ternak unggas penghasil telur yang cukup potensial di

samping ayam. Kelebihan dari ternak itik dibandingkan dengan ternak lain adalah itik lebih tahan penyakit, sehingga peliharaannya mudah dan tidak terlalu banyak menanggung resiko.

Umumnya di Indonesia itik di pelihara secara tradisional yaitu dengan cara menggembalakan itik dari sawah yang satu ke sawah yang lain. Dikarenakan semakin sempitnya lahan dan resiko kasus kematian pada itik dikarenakan keracunan pestisida maka pemeliharaan dengan cara ini makin terancam kelestariannya, selain itu dalam pemeliharaan dengan cara ini peternak biasanya kurang memperhatikan efesiensi produksi ternaknya. Hal ini disebabkan karena umur itik yang terlalu tua ketika mulai dipelihara, singkatnya periode bertelur, dan dewasa kelamin yang sangat lambat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut saat ini telah dikembangkan pemeliharaan secara system intensif, yaitu dengan cara berternak itik tampa air. Pemeliharaan itik tanpa air ini lebih menguntungkan dibandingkan dengan penggembalaan . keuntungan pemeliharaan itik tanpa air antara lain produktivitas telur lebih tinggi, kesehatan dan keselamatan itik lebih terjamin serta biaya pemeliharaan lebih efisien.

Pemeliharaan itik tanpa air ini pemeliharaan dengan cara dikandangkan. Itik tidak perlu digembalakan untuk mencari makan sendiri tetapi pakan dan minum disediakan. Di dalam kandang tidak perlu disediakan air untuk berenang-renang agar itik hanya memnafaatkan energinya untuk produksi telur. Selain itu itik yang dipelihara secara intensif tidak perlu diberi pejantan, sehingga mengurangi biaya pakan. Itik hanya diberi pakan yang terjamin gizinya dan pemelihraan yang benar. Itik akan bertelur umur 5,5 – 6 bulan. Telur yang dihasilkan merupakan telur steril (tidak mengandung benih) sehingga hanya cocok untuk telur konsumsi dan tidak bisa ditetaskan. Apabila tujuan usahanya untuk menghasilkan telur tetas sebagai pembibitan baru dipelihara pejantan. Untuk menghasilkan telur tetas yang baik, seekor pejantan sebaiknya maksimal membuahi enam itik betina sebab dikhawatirkan telur yang fertile menjadi sedikit. Selain itu system pemeliharaannya harus dilepas ke air agar bisa kawin secara alami.

Dalam system intensif, biaya yang dikeluarkan untuk pakan lebih banyak daripada system semi intensif atau tradisional, namun biaya yang besar tersebut sebanding dengan hasil yang diperoleh. Produksi telur itik yang digembalakan rata-rata 130 butir telur/ekor/tahun. Adapun dalam pemeliharaan secara intensif produksi telurnya dapat meningkat menjadi 200 – 250 butir telur/ekor/tahun.

Pertimbangan ekonomis lainnya pemeliharaan itik secara intensif adalah cara ini dapat menghemat tenaga. Dalam system penggembalaan seorang peternak hanya mampu merawat paling banyak 100 ekor itik, sedangkan dalam cara dikandangkan atau intensif mampu merawat 600 – 1000 ekor itik sekaligus.



Diterbitkan di: 01 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.