Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>How To>Careers >Cara Presentasi Yang Baik Dan Berbicara Di Depan Umum

Cara Presentasi Yang Baik Dan Berbicara Di Depan Umum

oleh: juniorext    
ª
 
Untuk mempresentasikan suatu hal di depan umum tidaklah semudah berbicara kepada teman dan orang-orang terdekat, banyak yang harus kita lakukan agar presentasi kita di dengarkan oleh orang lain. Dan yang paling penting, bagaimana membuat suasana saat kita berpresentasi menjadi menyenangkan dan tidak membuat orang mengantuk saat mendengarkan presentasi kita. Berikut tips untuk berpresentasi yang baik dan berbicara di depan umum :

Kesamaan Pandangan

Ciptakan shared point of view. Menciptakan koneksi sesegera mungkin dengan individu atau sekelompok orang yang menjadi audience kamu, adalah hal yang sangat penting. Kamu bisa melakukan ini secara efektif dengan membangun kesamaan pandangan. Mengapa kamu semua berada di ruang yang sama ? Apa yang menyatukan kamu semua ? Bicaralah tentang hal ini, dengan menggunakan "SAYA-ANDA-KITA" sebanyak yang bisa kamu lakukan.

Nafas dan Koneksi Awal

Jangan mulai berbicara sebelum kamu menarik nafas yang dalam dan panjang. Selama proses itu, lihatlah ke audience dan carilah sebuah wajah yang ramah, kemudian buatlah koneksi dengannya sekitar 4 detik. Berikutnya, perluaslah koneksi kamu agar bisa berkoneksi dengan seluruh audience. Tariklah nafas kedua, lalu mulailah berbicara.

Kata Pembuka

Buatlah kalimat pembuka yang powerful. 30 detik pertama dari bicara kamu, adalah saat terpenting untuk keseluruhan bicara kamu. Gunakan kutipan, misalnya " Tahukah kamu syarat utama masuk ke surga ? .....Mati !!" Gunakan kutipan lagu. Tanyakan sebuah pertanyaan yang filosofis. Sajikan fakta yang mengejutkan, dan sebagainya. Tugas awal kamu adalah menarik perhatikan audience.

Hiburan

Ceritakanlah sesuatu yang bisa membuat audience merasa ringan, segar dan nyaman. Lakukan ini dengan konteks "SAYA-ANDA-KITA".

Bahasa Audience


Bicaralah dalam bahasa yang akrab dengan audience. Bahan bicara kamu mestinya mendekati bentuk percakapan satu lawan satu dengan anggota audience. Gunakan terminologi yang mereka gunakan. Pahamilah kebiasaan mereka berbicara. Hindari kata-kata yang sulit mereka mengerti.

Kontak Mata

Kontak mata akan menolong kamu dan audience kamu. Khususnya, saat kamu menyampaikan sesuatu yang punya dampak emosional. Jangan sampai, saat menyampaikan hal penting mata kamu malah sedang melihat ke lantai atau ke luar jendela. Melihat ke arah bawah atau ke lantai, adalah kebiasaan yang umum saat kita terlibat dengan emosi dan perasaan pribadi. Waspadalah agar jangan sampai kebiasaan ini muncul saat kamu harus berbicara di depan audience.

Pengalaman Pribadi

Pengalaman pribadi dan kisah hidup kamu, bisa kamu gunakan sebagai contoh dan metafora. Telusuri sejarah hidup kamu dan temukan saat-saat di mana kamu punya konflik, identifikasi pelajaran dan peluang yang muncul dari konflik itu. Ini adalah alat yang powerful dan mudah ditransfer ke dalam benak audience. Carilah kisah sukses dalam hidup kamu, ceritakan bagaimana kamu bisa mencapainya. Mereka datang untuk menemui kamu, bukan orang lain.

Peran Hati

Kuasai pembukaan dan penutupan kamu dengan sepenuh hati. Dua titik ini adalah titik-titik terpenting untuk koneksi kamu dengan audience.

Interaktivitas

Berilah waktu bagi audience untuk bertanya

Strategi Penutupan

Rencanakan strategi penutupan kamu. Upayakan agar tidak melewati batas waktu yang dialokasikan
Diterbitkan di: 02 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh pidato yang baik Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapakah saya masih merasa kaku berbicara di depan umum?? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    perasaan kaku atau malu dalam berbicara karena mungkin anda belum terbiasa atau bahkan takut untuk menampilkan diri anda. Jadi untuk menghilangkan rasa kaku tersebut, ada baiknya anda latih dan sering-seringlah tampil didepan orang. gak perlu langsung di depan banyak orang, tetapi bisa tampil di depan bos jika anda bekerja atau di depan guru jika anda kuliah. semoga bermanfaat :) 19 Januari 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.