Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Kawan atau Lawan

oleh: annime    
ª
 
Sangat menyenangkan jika teman kita menjadi rekan kerja di kantor, komunikasi dan suasanapun akan lebih akrab.

Beberapa orang berpendapat bahwa pertemanan dan profesionalitas dapat berjalan beriringan, tetapi ada juga yang berpendapat lain bahwa pertemanan yang tadinya baik bisa hancur karena masalah pekerjaan. Tetapi sebenarnya semua tergantung pada kepribadian masing-masing, dan bagaimana mereka menjalani hubungan profesional di kantor. Demikian menurut Irene S Levine, penulis Best Friend Forever: Surviving a breakup with a best friend.

Contohnya jika mereka memiliki sifat mudah cemburu atau berada pada lingkungan kerja yang kompetitif, adanya perbedaan jabatan dan gaji. Ini bisa memicu adanya keretakan pertemanan mereka. Dalam situasi ini hubungan mereka berada pada titik terendah. Sebaiknya anda berhati-hati dalam menjalin pertemanan agar tidak kecewa. Miliki kepekaan dalam menilai apakah seseorang itu dapat dipercaya atau tidak.

Dari beberapa kasus tentang hal putusnya pertemanan adalah karena adanya perbedaan sikap dari satu pihak, dimana pihak yang lain merasa bahwa temannya tidak menguntungkan posisinya sehingga sang teman diberhentikan dari perusahaan tempat mereka bekerja. Levine menyarankan agar hubungan pertemanan dibangun secara perlahan untuk menguji seberapa kuat komitmen mereka dalam berteman.

Putusnya pertemanan bisa juga disebabkan karena adanya affair atau hubungan terlarang antara sang teman dengan kekasihnya. Sekuat apapun hubungan pertemanan mereka, ini pasti akan menyebabkan hubungan mereka hancur berantakan.

Solusi
Levine memberikan beberapa saran jika hubungan pertemanan dengan rekan kerja anda terancam berakhir.

Buat batasan.
Lakukan komunikasi, jangan saling menyalahkan sehingga kesalahpahaman dapat diatasi. Anda juga dapat membicarakan batasan-batasan yang dibuat agar hubungan anda menjadi lebih nyaman. Misalnya hubungan pertemanan hanya berlaku diluar tempat kerja dan meminimalisir pembicaraan tentang pekerjaan.
Jika hubungan pertemanan anda tidak dapat diselamatkan lagi, bicarakan dengan sopan dan putuskan secara elegan, sehingga teman anda tidak berubah menjadi musuh.

Pahami jenis pertemanan anda.
Tidak selamanya pertemanan berusia panjang, sebagian pertemanan hanya berlangsung singkat. Jangan memaksakan sebuah hubungan jika memang tidak bisa dipertahankan. Tetapi bukan berarti anda harus harus menjaga jarak, bertemanlah dengan wajar, karena teman bisa menjadi penyemangat kerja dan tempat berkeluh kesah.

Diterbitkan di: 20 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.