Kematian anak
perkutut yang banyak tidaklah wajar dan perhatian khusus dibutuhkan. Ada satu peternakan perkutut yang pernah
75% lebih anak perkututnya mati dan rugi jutaan rupiah. Penyebab kematian anak
perkutut sebanyak ini bisa disebabkan oleh stres, penyakit tetelo atau cacingan.
Stres bisa disebabkan oleh cuaca lingkungan yang sering berubah dengan tiba-tiba. Contohnya, dari panas ke hujan, atau sebaliknya, sehingga kondisi fisik perkutut turun dengan cepat. Untuk menanganinya, sangkar lebih baik disemprot air di musin panas, untuk menjaga kelembapannya. Tetapi, janganlah terlalu lembab, karena akan menyebabkan jamuran.
Tetelo, atau
newcastle disease, sering menular pada pergantian musim, dan menyerang perkutut pada segala umur. Tetelo diatasi selain dengan suntik NCD, juga dengan menambahkan vitamin dan protein pada makanan atau minuman perkutut. Perkutut yang sakit tetelo juga harus dipisahkan dari yang lain.
Perkutut yang cacingan akan mati jika terkena penyakit lain, karena cacing di dalam saluran pencernaan mengisap makanannya, yang menyebabkan kesehatannya menurun drastis.