Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sejarah STATISTIK

oleh: Rajasukses    
ª
 

Ilmu Statistik merupakan ilmu yang mempelajari proses pencatatan, penyusunan
serta pengolahan data. Ilmu ini seusia dengan umur peradaban ini, di mana tradisi
menghitung merupakan landasan utama dalam membangun peradaban. Semenjak
peradaban Yunani ilmu hitung sudah diperkenalkan, dan menjadi alat utama dalam proses
pengambilan keputusan. Fenomena ini bisa dilacak dalam tulisan filsof Yunani seperti
Aristoteles, maupun Plato yang mengusulkan sistem pemilihan langsung terhadap
pejabat publik di mana di kemudian hari dikenal dengan demokrasi langsung. Untuk
menghitung siapa yang paling diterima oleh masyarakat dalam pemilihan tersebut maka
aspek ilmu hitung menjadi dasar alat pembenar.
Ilmu hitung kemudian berkembang pesat lagi pada masa imperium Romawi. Angkaangka
yang disimbolkan dalam peradaban Yunani dikembangkan dengan simbol
Romawi. Meski angka Romawi tidak praktis, dalam batas tertentu memberikan pengaruh
yang luas bagi perkembangan ilmu hitung. Angka Romawi mampu memberikan lambang
terhadap angka dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan angka Yunani.
Puncak peradaban ilmu hitung menjadi semakin cepat manakala tradisi Arab
mengenalkan simbol angka yang sederhana dan fleksibel. Angka Arab mampu
menyederhanakan simbol menjadi simbol yang mudah dimengerti dan dapat digunakan
secara berulang secara mudah. Misal, untuk mengungkapkan angka 100, maka cukup
hanya menggunakan 2 simbol saja yang sudah dipakai sebelumnya, demikian pula kalau
harus menyebut angka 1 trilyun, angka yang dipakai tetap 1 dan 0, tinggal
memperbanyak 0-nya saja. Sangat berbeda dengan angka Romawi, setiap perubahan
persepuluhan harus dikenalkan simbol baru, yang kemudian tidak dijadikan basis
pembuatan angka secara konsisten.
Puncak peradaban ilmu hitung mengalami perkembangan yang sangat pesat, tatkala
tradisi Arab memperkenalkan simbol baru angka 0. Angka ini seakan telah menjadi
angka mu’jizat dalam sejarah peradaban ilmu hitung, sebab dengan ditemukannya angka
0, maka akan mempersingkat penulisan-penulisan yang berbasis ribuan sampai tak
terhingga. Bayangkan bagaimana menulis simbol satu trilyun jika menggunakan simbol
Romawi. Inilah salah satu sumbangan tradisi Islam dan Arab yang sering dilupakan oleh
orang.
Ilmu Statistik sebagai bentuk aplikasi dan terapkan ilmu hitung sebagai ilmu murni
juga mengalami perkembangan seiring dengan semakin berkembang ilmu hitung.
Statistik yang lebih menekankan pada tradisi mencatat dan menyusun, memungkinkan
ilmu ini mulai dilirik orang dalam konteks untuk mempergunakan hasil pencatatan dan
penyusunan untuk mendapatkan pola. Pola ini menjadi sangat penting untuk dilihat,
manakala manusia dihadapkan pada pergerakan peradaban manusia yang semakin
kompleks, yang juga berarti jumlah data juga sangat kompleks, hampir setiap detik
terdapat peristiwa yang lahir, dan harus didokumentasi. Semakin tersebarnya data,
menjadikan banyak fihak perlu mendapatkan data yang sahih, namun mudah dimengerti
dan memiliki akurasi yang baik dalam dokumentasinya. Statistik merupakan satu-satunya
ilmu yang bisa menawarkan pada tradisi mencatat ini.
Dalam konteks politik, pola merupakan sebagai gejala sosial yang harus ditangkap
secara jelas, bahkan kalau tak mampu membuat dan membaca pola, maka akan
berhubungan dengan tingkat pengambilan keputusan yang tidak akurat. Politik yang tidak
bisa memisahkan diri dari gejala pengambilan keputusan, mengharuskan untuk mengadop
tradisi statistik ini. Keharusan untuk mengambil keputusan secara cepat juga telah
menuntut para pengambil keputusan mulai belajar statistik secara lebih seksama. Dengan
belajar statitik diharapkan akan mampu memberikan bimbingan pengambilan keputusan
yang memiliki akurasi yang tinggi. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa pada stadium
tertentu, ilmu statitistik merupakan ilmu untuk menjawab bentuk-bentuk probabilitas
dalam masyarakat. Dalam kondisi inilah ilmu statistik banyak dipergunakan oleh para
pialang pasar untuk melihat fluktuasi harga, dan banyak juga para spekulan memprediksi
sesuatu dengan pijakan ilmu statistik. Bahkan yang lebih tragis ilmu statistik pernah
menjadi ilmu alat utama bagi kalangan penjudi, guna menemukan kecenderungan
peluang yang akan muncul.
Sejarah ilmu statistik menunjukkan bahwa tradisi berfikir disiplin ini banyak
dipergunakan para ilmuwan eksak untuk mengembangkan teori-teori baru. Hal ini tidak
bisa dilepaskan kepada kemampuan ilmu statistik yang memberikan penjelasan yang
memuaskan dalam proses pengukuran baik di sisi metode, kesederhanaan maupun
kekonsistenannya. Sumbangan ilmu statistik dalam bidang ilmu sosial belumlah
menunjukkan angka yang berarti sampai abad ke 18. Baru setelah sistem ekonomi
berbasis uang menjadi peradaban manusia peran ilmu statistik menjadi sangat penting.
Dalam hal ini, ilmu ekonomi banyak mengadopsi ilmu statistik untuk menjelaskan
keseimbangan harga, fluktuasi mata uang bahkan bisa dipergunakan dalam studi perilaku
konsumen dan pasar secara luas. Bidang ilmu perbankan merupakan bidang ilmu
ekonomi yang juga banyak mengambil metode dari ilmu statistik.
Perkembangan ilmu statistik mengalami percepatan yang sangat cepat, dalam dimensi
penelitian, baik dalam bidang kajian ilmu eksakta maupun dalam bidang ilmu sosial.
Dengan dipergunakannya statistik dalam riset, memungkinkan proses membangun suatu
teori menjadi relatif mudah, sederhana dan memuaskan.
Pentingnya statistik dalam dunia modern, mengharuskan setiap unit produksi,
manajemen pemerintahan, pasar dan organisasi memiliki pusat statistik sebagai pusat
perencanaan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan ketersediaan data yang sudah
diolah akan memungkinkan untuk membuat keputusan menjadi lebih baik.
Namun di tengah kekaguman orang pada statistik, tidak sedikit pula yang
meragukan analisis statistik, apalagi dalam bidang kajian ilmu sosial yang menggunakan
pendekatan kualitatif. Kelompok ini memandang statisti terlalu menggeneralisir sehingga
terjadi simplifikasi terhadap dana. Proses ini akan membuat data yang diambil menjadi
bias. Fakta sosial yang relatif dinamis, juga dianggap akan teramat sulit untuk dijadikan
dana yang berbasis numeric. Bahkan dalam batas tertentu statistik, dituduh sebagai ilmu
yang bisa dipergunakan untuk berbohong, dan melakukan manipulasi dengan aroma yang
ilmiah.

Diterbitkan di: 10 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana hubungan ilmu statistika dengan islam ? sertakan dengan ayat-ayat Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.