Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Statistik>Asal Usul Manusia di Indonesia

Asal Usul Manusia di Indonesia

oleh: MassBuddBudd     Pengarang : Wahyu
ª
 
Asal-usul
Manusia dikepulauan Indonesia


A. Asal-usul manusia di kepulauan Indonesia
Berdasarkan hasil penelitian sejarah purba yang dilakukan oleh sejarawan Belanda, Van Heine Geldern menerangkan bahwa sejak tahun 500 sebelum masehi, mengalirlah perpindahan penduduk dari Asia ke pulau-pulau di sebelah selatan daratan Asia termasukkepulauan Indonesia disebut austronesia (Austro artinya selatan, nesos artinya pulau). Bangsa Austronesia mendiami wilayah yang amat luas, meliputi pulau-pulau yang membentang dari madagaskar sampai ke pulau paskah dan Taiwan sampai selandia baru.

B. Teori tentang asal-usul manusia
Manusia muncul pada kala Pleistosen kurang lebih 600.000 tahun yang lalu. Manusia dikelompokan kedalam kelompok primate. Secara evolusi perkembangan fisik golongan primate menunjukan ciri-ciri khusus. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor pewarisan dan lingkungansatuan pewarisan terkecil disebut Ojena. Manusia temasuk dalam famili Homiidae yang memiliki volume otak yang lebih besar. Sub famili Hominidae adalah Austrolopithecus yang memiliki volume otak berkisar kurang lebih 550 cc. Austrolopithecus terdiri dari tiga genus yajni Austrolopithecus Africanus, Austrolopithecus Robestus, dan Austrolopithecus Boisei.

C. Perikehidupan Masyarakat Awal
1. Masa berburu dan meramu makanan.
Kehidupan awal dari zaman berburu dan meramu makanan masih sangat sederhana. Dari sisa kehidupan Pleistosen yang berhasil ditemukan menunjukan kemampuan manusia yang masih terbatas dalam memanfaatkan bahan-bahan yang masih disediakan oleh alam. Alat-alat keperluan hidup dibuat dari kayu, batu dan tulang dengan cara pembuatan yang sederhana. Alat-alat terutama digunakan untuk pencarian dan pengaolahan bahan makanan berupa daging hewan dan ubi-ubian.

3. Masa Perundagian.
Pada masa bercocok tanam, manusia mulai menetap di desa-desa. Manusia sudah mampu mengatur kehidupannya menurut kebutuhan bersama yang dipusatkan dengan mengahasilkan makanan sendiri. Pada masa menetap ini, manusia berdaya upaya meningkatkan kegiatannya untuk mencapai hasil yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal itu dilakukannya dengan melakukan penyempurnaan-penyempurnaan di bidang yang telah mereka geluti seperti pertanian, peternakan, pembuatan gerabah dsb.

Xaman ini ditandai dengan pesatnya kemampuan membuat alat-alat akibat perkembangan teknologi. Diantara teknologi baru yang di temukan pada masa ini adalah peleburan biji logam. Oleh karena itu, semakin banyak manusia yang menggunakan logam untuk memenuhi perkakas hidupnya

Pada masa ini kemampuan membuat benda-benda jauh lebih tinggi tingkatnya dibandingkan dengan masa sebelumnya. Pada masa ini mereka menguasai tehnologi peleburan logam dengan system pemanasan , pencetakan logam, pencampuran logam dan penempaan logam. Pada mzaman perundagian ini peralatan gerabah masih ditemukan dengan tehnologi yang semakin maju. Hal ini menunjukkan bahwa peranan alat ini tidak dapat digantikan dengan mudah oleh alat-alat dari logam.

D. Bangsa Austronesia Sebagai Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Orang-orang Austronesia yang memasuki wilayah Nusantara dan menetap disebut bangsa Melayu Indonesia. Mereka inilah yang menjadi nenek moyang langsung bangsa Indonesia sekarang. Bangsa Melayu dapat dibedakan menjadi dua suku bangsa :
1. Bangsa Melayu Tua ( Prato Melayu )
2. Bangsa Melayu Muda ( Deutero Melayu )

E. Jenis-Jenis Manusia Purba Di Indonesia
Penemuan manusia purba pada lapisan pleistosen terdapat diberbagai tempat didunia, tak terkecuali Indonesia. Menurut T. Jacob manusia memiliki ciri-ciri biologis berdiri tegak dan kapasitas otak besar. Penelitian tentang manusia purba di Indonesia antara lain dipelopori oleh Eugene Dubois dari Belanda. Ny. Selenka, Ter Haar Oppenorrth dan Van koenigswold. Hasil-hasil penemuan manusia purba di Indonesia oleh para ahli tersebut dikelompokkan menjadi tiga, yaitu Megantropus, Pithecantropus dan Homo.
a. Megantropus Paleo Javanicus
Fosil dikatakan sebagai fosil manusia purba yang paling primitive.

b. Pithecantropus
Fosil manusia purba pithecanthropus merupakan jenis fosil manusia purba yang pailig banyak diketemukan di Indonesia. Adapun jenisnya adalah :
1) Pithecantropus Mojokertensis

Fosil Pithecantropus Mojokertensis dikatakan sebagai jenis manusia purba jenis Pithecantropus yang tertua.
2) Pithecantropus Erectus
Fosil manusia purba jenis Pithecantropus Erectus merupakan fosil Pithecantropus yang pertama kali ditemukan.

c. Homo Wajakensis
Manusia purba jenis Homo Wajakensis ditemukan didesa Wajak, Tulungagung Jawa Timur tahun 1889 oleh Van Reistsotten.
3) Pithecantropus Soloensis
Pithecantropus Soloensis diartikan sebagai manusia kera dari Solo

F. Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat Indonesia
a. Kepercayaan terhadap Roh nenek moyang
Kepercayaan terhadap Roh nenek moyang dapat dilihat dari sisa-sisa peninggalan manusia yang hidup di gua-gua berupa tulang belulang manusia yang telah dikuburkan. Sisa-sisa peninggalan pemujaan roh nenek moyang dapat dilihat dari penemuan bangunan Megalithikum seperti menhir, dolmen, sarkofagus dan punden berundak

b. Kepercayaan Bersifat Animisme
Animisme merupakan suatu kepercayaan masyarakat terhadap suatu benda yang dianggap memilki roh atau jiwa. Awal dari munculnya kepercayaan animisme didasari oleh berbagai pengalaman dari masyarakat yang bersangkutan.

c. Kepercayaan bersifat Dinamisme
Dinamisme merupakan suatu kepercayaan bahwa setiap benda memilki kekuatan gaib. Berkembangnya kepercayaan seiring dengan berkembangnya kepercayaan terhadap roh nenek moyang maupun animisme. Peristiwa kemunculanyapun tidak jauh berbeda dengan proses kemunculan kepercayaan animisme yang disdasarkan pada pengalaman masyarakat. Pengalaman terus berkembang secara turun temurun dari generasi ke generasi

d. Kepercayaan bersifat Monoisme
Monoisme adalah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan monoisme muncul berdasarkan pengalaman dari masyarakat. Melaui pengalaman itu pola piker masyarakat berkembang. Disamping kepercayaan tersebut diatas, mereka juga melakukan kebiasaan sebagai berikut :

Diterbitkan di: 09 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya bingung, menurut agama islam, manusia pertama adalah Nabi Adam A.S. nah, sdangkan Nabi Adam sudah berbentuk seperti kita sekarang ini??? sedangkan menurut para peneliti,berbeda dngn agama,. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    asal usul pesebaran manusia purba di indonesia ????????? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kehidupan manusia pleistosen Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.