Coba nyalakan senter
atau pemancar inframerah yang
biasa Anda gunakan untuk presentasi, perhatikan
berkas cahayanya. Selalu lurus
bukan? Tentu saja, berkas cahaya
secara alami memang memancar lurus. Secara
teori, berkas cahaya sebenarnya juga
dapat dibelokkan. Misalnya, jika cahaya
ditarik gaya
gravitasi berkekuatan
besar seperti lubang hitam yang dibentuk bintang mati. Peristiwa ini disebut
efek lensa gravitasi. Untuk mengamatinya hanya dapat diprediksi secara teori
atau pengukuran dengan teleskop inframerah. Namun, para ilmuwan telah
mengembangkan teknik agar berkas cahaya yang melengkung dapat dibuat di
laboratorium. Bahkan, mereka dapat melakukannya tanpa membutuhkan gaya
gravitasi yang sangat besar.
Para peneliti dari Universitas
Florida Tengah, AS itu hanya menggunakan layar kristal cair (LCD) biasa
beresolusi 500.000 piksel. Setiap piksel layar
tersebut diprogram agar dapat
membelokkan berkas cahaya.
Dalam percobaan tersebut, berkas cahaya selebar 1,25
centimeter yang menembus cairan di LCD melengkung. Namun, lebar berkas cahaya
menjadi hanya 1 milimeter pada jarak tempuh 35 centimeter. "Sangat mirip
sebuah proyektil yang ditembakkan dari senapan," ujar Demetrios
Christodoulides, salah satu peneliti yang melaporkan temuannya dalam jurnal
Physical Review Letters. Layar tersebut mungkin menyebabkan berkas cahaya
saling berinterferensi sehingga komponen yang paling terang menyatu,
meninggalkan komponen cahaya lainnya. Demetrios yakin terobosan ini dapat
digunakan untuk aplikasi yang sangat banyak. Mislanya, untuk meningkatkan
kualitas jaringan telekomunikasi, mikroskop yang lebih canggih, atau lidar
(light detecting and ranging) yang digunakan dalam radar cuaca.
Abstrak lain tentang Trik Sederhana Membelokkan Cahaya