Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Fisika>Transistor dan Penjelasannya (Dasar-Dasar Elektronika)

Transistor dan Penjelasannya (Dasar-Dasar Elektronika)

oleh: smartsimple     Pengarang : Fajar DGW
ª
 
Transistor adalah semikonduktor yang memiliki peranan yang sangat penting dalam dunia elektronik analog ataupun digital. Komponen ini mempunyi banyak fungsi dalam dunia elektronik, diantaranya sebagai penguat, switching (saklar), modulasi signal, stabilitas tegangan dll. Bahkan seiring dengan perkembangan teknologi yang saat ini semakin pesat, transistor saat ini juga telah mengalami perkembangan di segi fungsinya, dia sekarang telah dapat digunakan sebagai memory, dan pemroses isyarat getaran-getaran listrik dalam dunia prosesor komputer. Bukan hanya itu, transistor juga telah mengalami perkembangan dilihat dari segi bentuk, karena saat ini satu buah transistor telah berhasil diciptakan dalam ukuran super kecil, yaitu hanya dalam ukuran nano mikron (transistor yang dikemas dalam prosesor komputer).
Secara umum jenis transistor dibedakan menjadi dua macam yaitu jenis NPN dan PNP. Transistor memiliki tiga kaki yang memiliki fungsi dan nama berbeda, yaitu Basis (B), Emitor (E), dan Colector (C). Dalam dunia elektronik, transistor juga memiliki jelajah tegangan kerja dan frekwensi yang sangat lebar. Penggunaan transistor dalam rangkaian analog sebagai amplifier, switch, stabilitas tegangan,dll. Dalam rangkaian digital digunakan selain sebagai saklar yang memiliki kecepatan tinggi juga digunakan sebagai pemroses data yang akurat dan sebagai memory.
Cara kerja transistor.
Prinsip dasar dari kerja transistor adalah tidak akan ada arus antara colektor dan emitor apabila pada basis tidak diberi tegangan muka atau bias. Bias pada basis ini biasanya diikuti dengan sinyal-sinyal atau pulsa listrik yang nantinya hendak dikuatkan, sehingga pada kolektor, sinyal yang di inputkan pada kaki basis telah dikuatkan. Kedua jenis transistor baik NPN ataupun PNP memiliki prinsip kerja yang sama.

Bahan dasar pembuatan transistor itu sendiri atara lain Germanium, Silikon, Galium Arsenide. Sedangkan kemasan dari transistor itu sendiri biasanya terbuat dari Plastik, Metal, Surface Mount, dan ada juga beberapa transistor yang dikemas dalam satu wadah yang disebut IC (Intregeted Circuit).

Diterbitkan di: 26 Juni, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    prinsip dasar transistor? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan a. struktur fisis, arus tenaga dan jenis transistor b.mekanisme arus c.prasikap dan daerah kerja / transistor jelaskan aplikasi2 dasar transistor...? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimna analisis titik kerja transistor..? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perbedaan aplikasi transistor pnp dan npn? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    prinsip dasar transistor Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh analisa rangkaian transistor -common Barl -common Emitor -common Kolektor Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara pemberian prasikap pada transistor agar siap bekerja. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara pembuatan transistor yang terdiri atas dua macsm Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara pemberian prasikap pada transistor agar siap kerja? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    boleh ar ....kira ok la 2 dari kena buat sendiri Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.