Halaman Utama Shvoong>Sains>Fisika>Fenomena Efek Listrik Tribo Di Planet Lain

Fenomena Efek Listrik Tribo Di Planet Lain

oleh : FredainG21    

Pengarang : Amogh
  • Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?
  • Write & earn

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Ringkasan ini diterjemahkan dari Crackling Planets
Pernahkah kamu memakai sepatu dengan tapak dari kulit dan berjalan melintasi karpet dari bulu domba di sebuah hari pada musim dingin yang kering.... lalu hendak mencapai kenop pintu? ZAP! Terciptalah sebuah percikan yang menyengat di antara jari dan kenop dari logam. Itulah lucutan statis.
Lucutan statis memang mengganggu siapapun di Bumi yang tinggal di tempat-tempat dimana musim dingin memiliki kelembaban yang sangat rendah. Tapi bagi para astronot di Bulan dan Mars, lucutan statis bisa menjadi bahaya yang sesungguhnya. “Di Mars, kami pikir tanah begitu kering dan bersifat insulator. Jika seorang astronot baru saja berjalan-jalan di Mars... begitu ia kembali ke habitat dan hendak menyentuh kenop untuk membuka airlock, maka sebuah ledakan petir kecil akan menyerang elektronik kritis,” jelas Geoffrey A. Landis, seorang ahli ilmu fisika di Photovoltaics and Space Environmental Effects Branch di NASA Glenn Research Center, Cleveland, Ohio.
Fenomena ini bernama triboelectric charging. Prefiks "tribo" (dilafalkan TRY-bo) berarti "jiplakan." Ketika sepasang material tertentu yang tidak sama, seperti bulu domba dan sepatu bersol kulit, bergesekan... material yang satu memberikan sejumlah elektronnya ke material yang lainnya. Pemisahan muatan mampu menciptakan medan listrik yang kuat. Di Bumi, udara di sekitar kita dan baju yang kita pakai biasanya cukup lembab untuk menjadi penghantar listrik yang bagus. Jadi apapun muatan yang dipisahkan baik dengan berjalan maupun menggosok sudah memiliki jalur ke tanah. Elektron mengalir ke tanah, bukannya berakumulasi di tubuhmu. Tapi udara dan benda yang teramat kering (seperti yang ditemui di sebuah hari pada musim dingin yang kering) akan menjadi insulator yang sempurna, sehingga tidak ada jalur menuju tanah. Tubuhmu mampu mengakumulasi muatan negatif, kemungkinan sampai 20 ribu volt. Bila kamu menyentuh sebuah konduktor (misalnya sebuah kenop pintu dari logam) maka - ZAP! – semua elektron yang terakumulasi akan terlucut seketika. Di Bulan dan Mars, kondisinya ideal untuk triboelectric charging. Tanah disana lebih kering dari pasir di gurun pasir Bumi. Inilah yang menyebabkannya menjadi insulator listrik yang sempurna. Terlebih lagi, tanah serta kebanyakan bahan yang digunakan dalam baju dan pesawat luar angkasa (misalnya aluminized mylar, nilon berlapis neoprene, Dacron, nilon berlapis-urethane, tricot, dan stainless steel) benar-benar berkutub tak sejenis. Saat astronot menjelajahi daratan Bulan atau Mars, baik sepatu boot atau roda mereka mengumpulkan elektron saat bergesekan dengan kerikil dan pasir. Karena tanahnya bersifat insulator, tidak menyediakan jalur menuju tanah, sebuah baju dan kendaran luar angkasa mampu menciptakan arus triboelektrik yang amat besar. Dan saat sang astronot atau kendaraan kembali ke pangkalan dan menyentuh logam - ZAP! Lampu-lampu di dalam pangkalan akan padam, atau lebih buruk lagi dari itu. Landis dan para koleganya di NASA Glen pertama kali memperhatikan masalah ini pada akhir 1990-an sebelum Mars Pathfinder diluncurkan. "Saat kami menjalankan sebuah roda prototipnya Sojourner rover untuk melintasi tanah Mars yang disimulasi di dalam atmosfer Mars yang juga disimulasi, roda itu menghasilkan ratusan volt,” kenangnya.
Penemuan itu membuat para ilmuwan memodifikasi rover-nya Pathfinder dengan menambahkan jarum-jarum sepanjang satu inchi. Jarum-jarum itu terbuat dari kabel tungsten ultra tipis (berdiameter 0,0001 inchi) yang dipertajam ke sebuah titik, di dasar antena. Jarum-jarum itulah yang menyebabkan setiap arus listrik yang tercipta di rover mengalir ke atmosfir Mars yang tipis. jarum perlindungan yang sama juga dipasang di rover Spirit dan Opportunity. Di Bulan, "para astronot Apollo tak pernah melaporkan terserang lucutan elektrostatik,” jelas Carlos Calle, ilmuwan di Labolatorium Fisika.
Diterbitkan di: Agustus 11, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5
Tambahkan komentar Anda Terjemahkan Kirim Link Cetak

.