Halaman Utama Shvoong > Ilmu Pasti > Fisika > Prof. Pantur Silaban, PhD. : Hukum Alam Ajarkan Jangan Korupsi

.

Prof. Pantur Silaban, PhD. : Hukum Alam Ajarkan Jangan Korupsi

Summary rating: 3 stars 4 Tinjauan
Pengarang : Dikdo M.
Ringkasan oleh : McDeeck
Kunjungan: 233
kata: 900
Diterbitkan di: Nopember 06, 2007
Prof. Pantur Silaban, PhD. : Hukum Alam Ajarkan Jangan KorupsiHAL-hal rumit bisa
dijelaskannya dengan lugas. Bahkan terkadang diselingi humor-humor
segar yang membuat ratusan peserta kuliah populer Fisika di Jurusan
Fisika Departemen MIPA, ITB, Bandung, Senin (30/8) tetap duduk ''manis''
di bangku kuliah yang cukup berjejal hingga rela berdiri di depan pintu
ruangan. Di panggung, seorang fisikawan tengah menjelaskan topik
bahasan berjudul "Umur Alam Semesta".

Pria itulah Prof.
Pantur Silaban, PhD., yang dengan penuh semangat menjelaskan mengenai
umur alam semesta. Selingan humor mampu meringankan dan membawa suasana
hadirin dari berbagai kalangan untuk tetap duduk dalam ruangan yang
memiliki barisan kursi berjenjang seperti di studio bioskop.
Bahkan Rektor ITB, Dr.
Kusmayanto Kadiman sempat melontarkan sebutan penghibur kepada Prof.
Silaban, di akhir acara. "Semula kami sempat mewanti-wanti agar materi
yang disampaikan tidak terlalu ''berat''. Tapi ternyata, beliau memang
seorang entertainer yang bisa menghibur semua dengan paparan
Fisikanya," ujar Kusmayanto.

Dalam pemaparannya,
pria kelahiran Sidikalang, Tapanuli Utara, 11 November 1937 menjelaskan
alam semesta mulai terbentuk dan berkembang ketika terjadi dentuman
besar (big bang) pada hitungan waktu Planck, t = 10-43 detik. Saat itu
belum ada materi, melainkan energi yang sangat besar dan memancarkan
radiasi. Suhu saat itu mencapai 1032 Kelvin, namun diameter alam
semesta baru sebesar 10-3 cm.

Dalam perjalanan waktu,
alam semesta terus mengembang dan bertambah besar dan ditunjukkan
dengan perbesaran diameter alam semesta. Sementara suhu terus menurun
hingga kini berada pada kisaran 30 Kelvin (sekira -270,150 Celsius) di
umurnya yang mencapai 1010 tahun atau 10 miliar tahun. Dan alam semesta
masih dalam perjalanan menuju perkembangan optimal. Maka, Prof. Silaban
secara berkelakar saat menjawab pertanyaan seorang guru SMU,
menyarankan jangan takut untuk berinvestasi. "Kalau mau investasi
sekarang saja. Jangan takut," ujarnya.

Keasyikannya
menerangkan tentang umur alam semesta, terkadang membuat Silaban secara
tidak sadar menggunakan peranti sorot berlampu (penunjuk) gambar
seakan-akan corong mike. Hal itu membuat hadirin tersenyum-senyum. Ia
kemudian meletakkan alat sorot ke dalam saku jasnya.

Ketika ditemui usai pemaparannya, Silaban kepada "Cakrawala" mengatakan, "Antara waktu 10-43 detik hingga 200 detik merupakan dominasi radiasi. Setelah itu baru muncul dominasi materi." Namun ia mengakui, sebelum t = 10-43
tidak diketahui apa yang terjadi. Ia juga mengakui tidak tahu sumber
energi yang sangat besar sehingga menghasilkan dentuman besar.
"Memang itu berasal
dari ledakan energi yang sangat besar. Yang ada (saat itu) radiasi
saja. Tapi materi baru dibentuk kemudian. Terbentuknya materi karena
adanya perusakan simetris yang menghasilkan masa-masa tertentu,
sehingga dapat dijelaskan, mengapa masa elektron sekian, kenapa masa
proton sekian," tutur lulusan Fisika Teoritik dari FMIPA ITB pada 4
April 1964. Kurang dari satu bulan, atau tepatnya 4 April 1964, Silaban
muda diangkat menjadi staf pengajar Jurusan Fisika, FMIPA ITB.

Saat disinggung, jika awal alam semesta dari energi, berarti ada sumbernya dan sumber itu berasal dari mana?


"Nah itu kita tidak
tahu. Tapi bagaimanapun bisa dihitung. Awalnya ada suhu 1032 kelvin.
Awalnya ada singularitas yang memiliki kepadatan (densitas) sangat
besar. Jika membahas apa yang terjadi sebelum t = 10-43 detik, akan terjerat pada polemik yang tidak kita mengerti," jelas Silaban.


Hormati orangtua


Sebagai putra daerah,
Silaban mengakui dirinya berasal dari orang tua yang buta huruf. Tapi
buta huruf tidak berarti buta akan nilai mata uang. "Orang tua saya
tidak bisa belajar membaca, tapi kalau uang Rp 10,00 atau Rp 100,00,
tahu mereka," katanya yang disambut riuh peserta kuliah populernya.

Namun Silaban mengakui
kondisinya saat ini tidak terlepassil didikan orangtuanya.
"Bagaimanapun juga orangtua harus dihormati. Apa jadinya kalau kita
tidak menghargai orang tua sendiri?" katanya.

Ayah empat putri ini
pernah menjadi dosen di Universitas Kebangsaan Malaysia, Kuala Lumpur,
Malaysia pada kurun waktu tahun 1974 hingga 1976. Sementara gelar PhD
dalam Teori Relativitas Umum diraihnya dari School of Relativity, Department of Physics, Syracuse University, New York, AS pada 12 Juni 1971.


Saat disinggung mula
kesukaannya pada ilmu Fisika, pria yang juga keponakan dari arsitek
Masjid Istiqlal, (Alm) F. Silaban menuturkan, dirinya menyukai Fisika
yang menceritakan hal-hal menarik mengenai perilaku benda dan alam
secara keseluruhan. Pada prinsipnya, Silaban mempelajari hal-hal yang
disukainya. Maka ia tidak memandang mengandalkan hidup dari hal yang
disukainya tersebut. "Saya tidak mau diperbudak oleh hal yang tidak
saya sukai meskipun memberikan imbalan besar. I want to be myself," ujarnya lugas.


Bahkan Fisika
mengajarkannya pula mengenai keseimbangan di alam semesta dan
membuatnya menyadari lebih banyak lagi fenomena yang tidak dimengerti.
"Hukum alam juga mengajarkan manusia jangan korupsi dan jangan serakah.
Jadi perilaku korupsi adalah perilaku yang menentang hukum alam," sebut
Silaban.

Ia mencontohkan, Teori
Atom Bohr mengajarkan jangan serakah. Ketika elektron hendak berpindah
dari satu lapisan orbit ke lapisan orbit berikutnya, ia memerlukan
energi tertentu. Tapi jika pasokan energi tersebut berlebih,
kelebihannya tetap tidak digunakan. "Elektron tidak serakah, jadi
kelebihan energi tidak diambil, karena untuk pindah lagi ke lapisan
orbit berikutnya tidak cukup. Tapi kalau korupsi, ada kelebihan
dipegang tidak mau dilepas atau dikembalikan," tuturnya.

Itulah Silaban dengan
kearifan ilmu Fisika yang membuatnya lebih dekat kepada Sang Pencipta.
Semua ilmu dalam pandangannya adalah sama. Tidak ada yang lebih tinggi
dari ilmu yang lain. Bahkan ilmu alam mengajarkan keseimbangan dan
tidak harus berbuat korupsi. Ah... andaikan koruptor belajar mengenai
Teori Atom Bohr.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.