Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Ptk SMA KELAS 10

oleh: goldeoz    
ª
 
A. Pemecahan Masalah
Berdasarkan temuan dan pengamatan penulis selama mengikuti program Praktek Lapangan Kependidikan (PPLK) di kelas X4 SMAN 1 Batang Anai, masalah atau kasus yang ditemui adalah kurangnya motivasi. Saat proses pembelajaran berlangsung, masih banyak siswa yang meribut dan tidak memperhatikan saat guru menjelaskan. Selain itu,masih ditemukan siswa yang melakukan pekerjaan lain, seperti membuat PR, mengganggu teman.
Untuk menyikapi permasalahan di atas perlu dicarikan pemecahan masalahnya, sebab jika hal tersebut dibiarkan terus menerus maka tujuan dari proses belajar mengajar tidak akan tercapai secara optimal. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk pemecahan permasalahan tersebut adalah : “Melakukan strategi pembelajaran kooperatif dengan pemberian LKS berbasis masalah”.
Adapun tahap-tahap dalam pembelajaran yang dilakukan adalah
1. Berdasarkan data UH 1 guru membentuk kelompok dengan anggota yang heterogen
2. Di awal pembelajaran guru meminta siswa untuk duduk dalam kelompok yang telah di tentukan
3. Guru terlebih dahulu menerangkan materi kepada siswa dengan metode tanya jawab.
4. Setelah itu siswa di berikan LKS dimana terdapa

t 2 buah soal pemecahan masalah
5. Selama diskusi siswa guru membimbing kegiatan diskusi.
6. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya.

B. Pembahasan
Selama pelaksanaan terlihat siswa lebih semangat, siswa di bagi dalam kelompok sehingga siswa dapat berbagi pengetahuan dengan siswa yang berkemampuan rendah dan sedang dengan siswa dengan kemampuan tinggi.
Siswa terlikat sangat antusias untuk berdiskusi, namun untuk tahap awal pelaksanaan(pertemuan pertama dengan penerapan strategi pembelajaran kooperatif dengan pemberian LKS berbasis masalah) masih terdapat kendala seperti siswa masih dalam tahap penyesuaian sehingga diskusi masih di dominasi oleh siswa dengan kemampuan tinggi namun untuk pertemuan selanjutnya diskusi sudah tidak terlalu di dominasi oleh siwa yang berkemampuan tinggi.
Setelah dilakukan 5 kali proses pembelajaran seperti di atas maka dapat dilihat hasil untuk motivasi siswa sebagai berikut :
1. Indikator 1 (Ketekunan dalam belajar)
Berdasarkan data pada lampiran 1 diperoleh jumlah skor total adalah 121 dimana skor maksimal adalah 150 sehingga diperoleh :
Persentase = 121/150 x 100 %
= 80,67 %

Berdasarkan kriteria diatas maka untuk indikator 1 tentang ketekunan siswa dalam belajar maka siswa kelas X4 telah memiliki motivasi yang sangat baik.
2. Indikator 2 (Ulet dalam menghadapi kesulitan)
Berdasarkan data pada lampiran 1 diperoleh jumlah skor total adalah 121 dimana skor maksimal adalah 150 sehingga diperoleh :
Persentase = 96/150 x 100 %
= 64 %

Berdasarkan kriteria diatas maka untuk indikator 1 tentang ketekunan siswa dalam belajar maka siswa kelas X4 telah memiliki motivasi baik.

3. Indikator 3 (Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar)
Berdasarkan data pada lampiran 1 diperoleh jumlah skor total adalah 121 dimana skor maksimal adalah 150 sehingga diperoleh :
Persentase = 99/150 x 100 %
= 66 %
Berdasarkan kriteria diatas maka untuk indikator 1 entang ketekunan siswa dalam belajar maka siswa kelas X4 telah memiliki motivasi baik.

4. Indikator 2 (Berprestasi dalam belajar)
Berdasarkan data pada lampiran 1 diperoleh jumlah skor total adalah 121 dimana skor maksimal adalah 150 sehingga diperoleh :
Persentase = 115/150 x 100 %
= 76,67 %

Berdasarkan kriteria diatas maka untuk indikator 1 entang ketekunan siswa dalam belajar maka siswa kelas X4 telah memiliki motivasi yang sangat baik.
5. Indikator 5 (Mandiri dalam belajar)
Berdasarkan data pada lampiran 1 diperoleh jumlah skor total adalah 121 dimana skor maksimal adalah 150 sehingga diperoleh :
Persentase = 121/150 x 100 %
= 80,67 %

Berdasarkan kriteria diatas maka untuk indikator 1 entang ketekunan siswa dalam belajar maka siswa kelas X4 telah memiliki motivasi yang sangat baik.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pengamatan yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa strategi pembelajaran kooperatif dengan pemberian LKS berbasis masalah dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X4 telah memiliki motivasi yang baik dan sangat baik sehingga pembelajaran strategi pembelajaran kooperatif dengan pemberian LKS berbasis masalah cocok untuk diterapkan dalam proses pembelajran

B. Saran
1. Guru hendaknya melakukan pembelajaran dengan metode yang lebih bervariasi agarmampu meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga ada dorongan dalam diri siswa untuk belajar
2. Pembelajaran yang dilaksanakan hendaknya dapat melibatkan siswa secara aktif dengan lebih seringnya pembelajaran dalam kelompok

Diterbitkan di: 16 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Terima kasih banyak. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cara mengajak siswa untuk mau berdiskusi sehingga tidak hanya didominasi oleh siswa yg superior bagaimana? kalau hanya mengawasi dengan sesekali berkomentar masih belum dapat "memeriahkan" diskusi. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.