Menghitung daya pompa dilakukan untuk mengetahui spesifikasi pompa yang akan digunakan,sehingga diadapatkan efisiensi penggunaan daya, desain dan harga instalasi pompa serta penggeraknya yang lebih ekomonis. Ada pun beberapa langkah yang harus ditempuh untuk menghitung daya pompa adalah antara lain, dengan menghitung losses (kerugian-kerugian) yang terjadi pada instalasi pompa yang kita akan buat. Dari perhitungan losses (kerugian-kerugian) itu didapatkan Head pompa yang merupakan kemampuan pompa untuk mentransfer air. Adapun data-data yang dibutuhkan untuk menghitung head dan daya pompa adalah sebagai berikut:
Kapasitas Aliran Air/Debit Air yang akan disalurkan : Hal ini digunakan untuk mengetahui kapasitas air yang akan disalurkan dari pompa yang akan digunakan.
Jenis Zat Cair yang akan disalurkan : Psikositas zat cair yang akan disalurkan berbeda-beda sehingga dapat mempengaruhi debet air dan daya pompa yang diperlukan.
Head Total Pompa : Merupakan Kapasitas pompa untuk menghantarkan zat cair dari inlet ke outlet.
Kondisi Isap (biasanya dari tendon / reservoir / bunker ke outlet) : kondisi inlet pompa, baik itu posisi, tinggi, dan jaraknya ke mesin pompa
Kondisi Keluar : kondisi out letpompa, baik itu posisi, tinggi, dan jaraknya ke mesin pompa.
Jumlah Pompa yang digunakan
Kondisi Kerja : keadaan lingkungan dan karakteristik dimana pompa akan digunakan
Penggerak Pompa (mesin elektrik atau mesin diesel) : type penggerak pompa
Gambar Instalasi Pompa dan Plumbing
Contoh perhitungan daya, head pompa sebagai mana terlampir dalam file excel pada link berikut berikut (perhitungan daya pompa):
http://www.4shared.com/document/DK2vhD7m/hitungan_upload.html