Berlokasi di perbatasan Brazil dan Paraguay, PLTA ITAIPU dibangun atas kerjasama pemerintah Brazil dan Paraguay, sesuai kesepakatan Ygazu, 1966. Program dimulai dengan kajian sampai kesepakatan pelaksanaannya disetujui pada 26 April 1973. Pembangunan proyek dimulai 1975. Sumber daya air yang digunakan adalah bendungan Sungai Parana, yang menggenangi aliran sepanjang 170 km dengan volume air terbendung 29 miliar ton, serta areal tergenang 1.350 km2. Bendungan merupakan bangunan dengan panjang 7,76 km dan tinggi 196 m, menggunakan 12,8 juta m3 beton (500 kali lebih besar yang dibutuhkan Eurotunnel) dan memperkerjakan 30.000 pekerja dan menghabiskan biaya sekitar US$20 miliar.
Ini merupakan PLTA terbesar di dunia yang sedang beroperasi. Kapasitas pasokan listriknya melebihi 10 unit PLTN dengan total daya pembangkit terpasang 12.600 MW. Listrik dipasok dari 18 unit Turbin Francis masing-masing berkapasitas 715 MW pada daya debit air 700 m3/detik. Efisiensi turbin ini mencapai 93,8%. Penginterkoneksian pembangkit ke jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) dimulai 1984 dan selesai 1991, serta memasok 78% kebutuhan listrik Paraguay (500 kV - 50 Hz) dan 26% kebutuhan listrik Brazil (750 kV - 60 Hz), Rangkaian PLTA ITAIPU ini mampu memasok 75 TWh (75 juta MWh) per tahun yang setara dengan mengurangi polusi emisi CO2 sebesar 67,5 juta ton untuk PLTU batu-bara.
Seandainya luas genangan waduk ITAIPU ini diinstalasi oleh pembangkit energi radiasi surya
fotovoltais, maka dapat terpasang pembangkit dengan daya sebesar 135.000 MWp dan menghasilkan beban daya 230 TWh per tahun. Akan tetapi investasinya, pada saat itu, akan berkisar sekitar US$132 miliar. Sejumlah ahli yang sering disebut "
Peanuts" atau eksper ekonomi dalam bidan Energi Terbarukan berpendapat : "
Not sufficient", "unreliable", "not feasable" yang umumnya bias
, Menurut penulisnya :
"ITAIPU shows they are wrong !". Selain sebagai pembangkit listrik, kawasan tersebut juga dipersiapkan untuk wisata. Lanjutnya
"Its worth to visit this Wonder of the World of this Century !"