Energi..energi..dan energi...pada akhir dekade ini dunia sedang dalam gencarnya menyatakan krisis energi. Hal
ini dapat dilihat dengan semakin meroketnya harga minyak mentah di pasaran internaional.....komoditas energi ini memang selalu mengalami dinamika harga,, namun lebih cenderung mengalami kenaikan. Hal ini secara directional membuat negara kita ikut merasakan krisis energi tersebut. Berbagai kebijakan pemerintah telah dikeluarkan untuk mengatasi kelangkaan minyak bumi. Hal ini berbanding terbalik dengan demand dari masyarakat indonesia, yang mana kebutuhan akan energi sangatlah tinggi terutama para pemain sektor industri. Fakta ini membuat pemerintah dan para pakar energi berpikir keras untuk melakukan diversifikasi energi. Suply minyak bumi sudah tidak dapat diandalkan untuk masa-masa mendatang dalam pemenuhan kebutuhan akan energi bagi masyarakat indonesia.
Salah satu sumber energi alternatif yang sangat prospek dimasa mendatang adalah batubara. Sumberdaya batubara di Indonesia masih sangatlah banyak. Dengan sedikit "rekayasa" batubara dapat langsung digunakan untuk pemenuhan kebutuhan energi baik pada skala ekonomi kecil, menengah maupun industri.
Rekayasa tersebut yang paling sederhana yaitu briket batubara. Briket batubara merupakan hasil pengolahan batubara yang pada awalnya batubara digerus lalu dicampur dengan perekat lalu dipadatkan dengan alat pencetak. Briket batubara sangat ekonomis dan dapat menghasilkan kalori pembakaran yang cukup panjang. Satu kg briket batubara dapat dipakai hingga 8 jam dengan pembakaran yang relatif konstan.
Briket batubara ini sangat cocok untuk dipakai pada kebutuhan akan energi yang banyak dengan durasi pembakaran yang panjang contohnya seperti pada industri rumah tangga.
Dengan demikian sudah saatnya kita melirik briket batubara ini, dimana harga bahan bakar minyak yang semakin mahal dan langka. Dengan adanya perhatian dari pemerintah, pemanfaatan briket batubara ini akan sangat optimal dan dapat dirasakan manfaatnya dimasyarakat.