Hidup di dunia ibarat"mampir ngombe"{berhenti sejenak untuk
minum}Begitu singkat,namun cenderung melenakan.Hingga banyak yang tak sadar bahwa dunia ini dibatasi waktu.Tak perhatian terhadap waktu,bahkan menyia-nyiakannya.Padahal,waktu sangat penting bagi seorang muslim.Karena dengan memanfaatkannya sebaik-baiknya,bekal kita ke akhirat dapat bertambah sebanyak-banyaknya.Kehidupan di akhirat akan sangat berbeda dengan di dunia.kehidupan abadi tidaklah mengenal mati.Jika kepedihan yang didapat,lama dan sakitnya pun tidak bisa di dunia.sangat lama dan bahkan mungkin bisa tidak ada kata akhir.Oleh karena itu,sebelum memasuki kehidupan tanpa akhir,seorang muslim hendaknya menyiapkan diri,dan merenungi kembali apa tujuan keberadaannya di dunia ini.UNTUK APA HIDUP?karena terlalu asyik menikmati dunia,manusia lupa akan hakikat penciptanya.Manusia menyangka bahwa dunia merupakan tujuan,padahal sesungguhnya hanyalah sarana,Manusia ada di dunia bukanlah secara kebetulan,sebab tak di ragukan lagi bahwa ada yang menciptakan.Hidup di dunia tidaklah tanpa beban,bahkan telah jelas tugas mulia tersebut disebutkan dalam kitabNya .Allah berfirman,"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar "(Adz-Dzariyat:56)Menyembah/beribadah tentu saja dengan amalan amalan dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan.jenis,cara,seta ketentuannya juga telah dijelaskan,baik melalui kitab maupun utusan=Nya .Yang pokok,dalam beribadah kepada Allah ,tidak boleh menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun..Dalam Al-Quran disebutkan,"Yang menjadikan mati dan hidup,supaya dia menguji kamu,siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.dan dia Maha Perkasa Lagi pengampun."(Al-Mulk:2).selain itu,begitu pemurahnya Rabb kita,hingga dalam menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya,manusia akan diberi pahala.Namun perlu diingat bahwa adzab Allah juga sangat pedih bagi mereka yang ingkar terhadap kewajibannya.Balasan masing-masing bertingkat kadar ketaatan dan keingkaran.SELAMANYA,pada saat kematian datang,orangorang yang enggan beramal salih,terbuai gemerlap dunia,dan menyia-nyiakan waktunya,ingin ditangguhkan ajalnya walau sebentar saja.sehingga waktu yang sebentar itu dapat diisi dengan amalan berguna.Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah kami berikan kepadamu sebelum kematian itu datang kepada salah seorang di antara kamu,lalu ia berkata'Ya Rabbku,mengapa engkau tidak menangguhkan (kematian)seseorang apabila datang waktu kematiannya.Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."(Al-MunafiQun:10-11).Angan-angan tersebut,tentu saja tidak akan terealisir.Dan bagi mereka yang lalai,kecelakaan semakin jelas membayang.pada saat hari perhitungan,semua amalan dari yang terkecil hingga yang terbesar ditampakan dan akan dapat balasan.Dan tibalah saatnya menghuni tempat abadi.Kalimat"Kekal di dalamnya selama-lamanya"akan banyak dijumpai dalam Al-Quran,yang biasanya dirangkai dengan Surga atau Neraka.