Secara umum, pola
kromosom kelamin ikan nila adalah XX (betina) dan XY (jantan). Dengan pola ini sangat memungkinkan untuk
memproduksi nila YY (
supermale). Namun demikian, ada pula nila yang memiliki pola
kromosom kelamin WZ (betina) dan ZZ (jantan), seperti pada ikan nila aurea (
Oreochromis aureus).
Kajian utama pemanfaatan kromosom kelamin pada ikan nila adalah untuk memproduksinya dalam bentuk all male (semua jantan) atau dominan jantan. Beberapa hasil berikut, adalah bentuk pemanfaatan kromosom kelamin (gonosom) pada ikan nila:
- Hibridisasi antara ikan nila aurea (Oreochromis aureus) dengan pola kromosom kelamin WZ dan ZZ dengan nila hitam strain Chitralada (Oreochromis niloticus) yang pola kromosom kelaminnya XX dan XY, mampu menghasilkan turunan yang dominan jantan (85%) jantan. Hal ini dihasilkan dengan cara menyilangkan antara betina aurea dan jantan Chitralada. Persilangan sebaliknya, menghasilkan turunan dengan frekuensi jantan:betina sebesar 50%.
- Pemanfaatan pola XX dan XY pada nila untuk menghasilkan turunan yang supermale (YY). Jika ikan nila YY ini dikawinkan dengan betina XX, maka semua turunannya akan memiliki pola kromosom kelamin XY (semua jantan)
Semua langkah di atas dilakukan karena dalam penerapannya, telah diakui bahwa pertumbuhan nila jantan lebih baik dibandingkan dengan betina pada pemeliharaan secara komunal (
mix sex).