Teknologi
transgenik, sebenarnya sudah diinisiasi sejak tahun 1980 oleh Gordon bersama peneliti lainnya. Dalam perkembangannya,
berkembanglah beberapa teknik transfer gen yang digunakan; yakni mikroinjeksi, elektroporasi, biolistik dan lipofeksi.
Teknik mikroinjeksi dilakukan dengan cara menyuntikkan konstruksi gen ke dalam blastodisk telur yang sudah dibuahi dengan bantuan mikromanipulator. Dengan elektroporasi, telur yang sudah dibuahi direndam dalam jutaan copy DNA dengan dialiri listrik bervoltase tertentu selama beberapa saat.
Biolistik diterapkan dengan memadukan konsep balistik dan biologi. Dengan demikian, biolistik melibatkan tembakan partikel mikroskopik yang dilapisi dengan suatu konstruksi DNA dan diarahkan langsung ke dalam sel. Sedangkan dengan lipofeksi diterapkan dengan cara mengenkapsulasi konstruksi DNA di dalam fesikel lemak yang kemudian dibawa ke dalam sel target.
Dalam perikanan, fokus utama pengembangannya adalah penggunaan gen donor yang juga berasal dari
ikan (
all fish). Alasan yang sering mengemuka dari penggunaan all fish (baik promoter maupun gen yang digunakan) adalah keamanan pangan dan keamanan secara ekologi.