Peningkatan produksi dalam kegiatan budidaya perairan dapat ditempuh melalui beberapa pendekatan, yakni manipulasi
lingkungan, genetik dan kombinasi keduanya. Rakayasa set
kromosom melalui
tetraploidisasi merupakan salah satu pendekatan manipulasi genetik yang dapat diterapkan pada ikan.
Individu nila tetraploid dapat dihasilkan dengan cara menggagalkan pembelahan sel mitosis I. Diantara beberapa perlakuan kejutan, yang paling sering digunakan adalah kejutan panas (suhu 41+-0,5
oC). Iinkubasi telur dilakukan pada suhu 28
o C. Diantara beberapa perlakuan, pemberian kejutan pada menit ke 85 setelah pembuahan memberikan hasil yang paling baik. Penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa jumlah nukleolus ikan nila diploid dan tetraploid maksimal masing-masing sebanyak 4 dan 8 buah. Sedangkan jumlah kromosom diploid dan tetraploid, masing-masing sebanyak 44 dan 88 buah.