SEPEDA listrik dengan generator karya
Stefan Gulas memang bisa dipacu di jalan raya dengan kecepatan hingga 80 kmj. Wajar
saja, karena semburan tenaga dinamo penggerak roda belakang mencapai 12 tenaga kuda (HP) atau 9 kilowatt. Tenaga kayuhan dilipatgandakan hingga 50 kali, jadi kayuhan ringan sudah mengalirkan arus sekian ampere.
Batere yang digunakan adalah jenis Nano-Phosphate Lithiumyang bisa diisi ulang hingga 1.000 kali. Jika disetarakan, umur pakai batere mencapai 10 tahun atau 50.000 km. Dengan dua hal kunci tadi, sepeda listrik eROCKit bisa digunakan untuk perjalanan sejauh 60 - 80 km.
Soal biaya, untuk mengisi penuh batere hanya senilai 60 Eurosen atau sekitar Rp 8.500,00 atau Rp 100,00/km. Mungkin masih setara dengan konsumsi bensin untuk motor yang dibilang irit 1l bensin untuk 60 km.
Tetapi, ya.. inilah sepeda man-machine, alias kolaborasi hybrid antara tenaga manual kayuhan dan mekanik yang menghasilkan listrik. Selain mengurangi konsumsi minyak bumi, juga tidak menghasilkan emisi gas buang, kecuali hembusan nafas ngos-ngosan sang pengendaranya.