Pengarang mengatakan bahwa luar angkasa adalah tempat dimana energi diperoleh - dalam bentuk sinar matahari yang
tidak terbatas, sepanjang waktu.
Teorinya cukup sederhana -
satelit pada orbit geosynchronous (mengitari bumi selama 24 jam) dapat mengubah cahaya
matahari menjadi kekuatan menggunakan sel surya, dan kemudian memantulkannya kembali ke bumi sebagai gelombang mikro. Sejujurnya, ini pasti akan menjadi sumber tenaga utama pada abad 21.
Ini bukanlah sistem khayalan "kue pie di langit" lainnya, sebagaimana yang disuarakan orang-orang yang skeptis pada kita agar percaya. Teknologi komponennya telah dites dan didemonstrasikan. Berapakah besar biaya untuk membuat dan mengoperasikan sistem semacam ini? Dan kemampuan ekonomisnya, serta pertimbangan lingkungan? Pemanas air surya domestik telah ditolak untuk beberapa alasan tadi - dan sistem tenaga satelit jauh lebih kompleks!
Sejumlah solusi rekayasa telah diusulkan oleh penulis untuk meningkatkan efisiensi. Satu dari alternatif-alternatif yang diusulkan adalah menggunakan teknologi laser (ketimbang gelombang mikro) untuk memantulkan energi ke bumi. Hal ini dipandang lebih aman untuk digunakan, dan wilayah yang dibutuhkan untuk menerima transmisi dari luar angkasa hanyalah beberapa meter persegi saja. bagaimanapun, teknologi ini masih dibangun.
Penulis mengatakan bahwa sangat penting untuk tidak mengerjakan desain / prototype tertentu sendirian, tapi biarkanlah pikiran kita terbuka untuk menentukan sistem yang paling praktis. Tujuan akhirnya - penangkapan energi matahari dan pemancarannya ke bumi, membuatnya layak dibuat berdasarkan jumlah uang dan usaha yang dikeluarkan untuk membuatnya.