Biosensors
Jerome S. Schultz
Scientific American
August 1991, vol. 265, no. 2, pp. 64-69
Pemahaman kita tentang proses biokimia dan efeknya tergantung para kemampuan kita untuk memonitor transformasi molekular yang terlibat dalam proses. Kemampuan itu dapat dinilai berdasarkan sensitivitas, spesifisitas, kesegeraan respon dan reliabilitas. Bagaimanapun, mereka tidak dapat memberikan kesegeraan respon dengan baik.
Kesegeraan respon, bagaimanapun, dapat sangat penting dalam memperlihatkan alam dan efek dari proses biokimia. Pertimbangkan perubahan biokimia yang terjadi pada arrhythmia hati. Biasanya, uji laboratorium terhadap kimia darah menunjukkan hasil sejam ataulebih setelah kejadian yang bersangkutan. Lebih jauh, informasi yang dihasilkannya berubah dalam kimia darah 10-15 menit setelah peristiwa yang ebrsangkutan. Bagaimanapun, hal yang lebih berguna untuk dokter, adalah pertanyaan bagaimana kimia darah berubah setelah peristiwa tersebut. Kesegeraan pembacaan kondisi biokimia ( yang merupakan hal yang sangat penting dari segi sensitivitas dan spesifisitas, dalam kasus ini) adalah yang dapat diberikan oleh
Biosensor.
Kerangka konsep dari biosensor berasal dari kerja yang dilakukan oleh Clark pada pertengahan 1950-an. Kerangka ini mencakup komponen
biologi yang sensitif terhadap senyawa atau
molekul tertentu; komponen fisik dalam bentuk transducer untuk mengubah transformasi molekuler yang terdeteksi kedalam pembacaan meter; dan membran protektif yang secara parsial melindungi elemen
sensor dari dunia luar.
Pengembangan yang krusial yang telah memungkinkan biosensor untuk mencapai kesegeraan respon melebihi penelitian umumnya di lab adalah pengembangan teknik stabilisasi biomolekul yang memungkinkan biomolekul tertentu dapat dilekatkan pada permukaan tanpa mengganggu fungsinya. Teknik stabilisasi ini sangat efektif karena mereka memungkinkan biosensor untuk menghindari degradasi dari kondisi lingkungan lembab atau kering dimana saja, yang terbentuk dari seminggu sampai setahun, pada beberapa kasus.
Disamping aplikasinya untuk
obat, biosensor juga dapat diaplikasikan dalam pengawasan lingkungan, kontrol kualitas makanan, dan kontrol proses industri.
Abstrak lain tentang Biosensor