Halaman Utama Shvoong > Sains > Fisika > Kabut Misterius di Mars dari Es Kering

.

Kabut Misterius di Mars dari Es Kering

Summary rating: 2 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Teguh Vedder
Ringkasan oleh : tedifa
Kunjungan : 115  kata: 600   Diterbitkan di: Februari 14, 2008
Atmosfer Mars yang tipis dan kering secara umum
tidak memiliki awan seperti Atmosfer Bumi. Namun, hasil pengamatan baru
memperlihatkan awan yang tersusun dari es kering sesekali terjadi sehingga
hingga menghalangi pengamatan ke permukaan yang cukup luas di planet merah
tersebut. Kabut misterius tersebut telah terekam sejak beberapa tahun lalu,
namun para astronom belum mengetahui penyebabnya. Pengukuran baru dari
instrumen yang dibawa wahana pengorbit Mars Express menunjukkan bahwa awan
tersebut tersusun dari karbon dioksida padat yang dikenal sebagai es kering sdi
Bumi. "Ini merupakan kali pertama awan es karbon dioksida direkam dan
diidentifikasi," kata Franck Montmessin dari Service d''''Aeronomie,
Universitas Versailles, Prancis, yang melaporkan risetnya dalam Journal of
Geophysical Research. Hasil pengamatn terakhir sangat berarti karena tidak
hanya merekam bentuk, tapi juga ukuran dan kerapatannya.

Karakteristik awan karbon dioksida ini di luar
dugaan karena tebalnya mencapai ketebalan 80 kilometer dan lebarnya beberapa
kilometer. Selain itu, partikel-partikel penyusunnya lebih besar dari
perkiraan  karena berukuran lebih dari satu mikron (seperseribu
milimeter). Partikel-partikel sebesar ini umumnya tidak ditemukan pada atmosfer
bagian atas karena terlalu berat sehingga mudah jatuh. Bayangan awan di
mempengaruhi suhu di permukaan Mars. Suhu di bawahnya bisa turun 10 derajat
Celcius dari suhu sekitarnya. Fenomena ini dapat memengaruhi iklim global di
Planet Mars. "Suhu rendah di waktu malam dan relatif tinggi di siang hari
menyebabkan gelombang naik turun di atmosfer," ujar Montmessin. Keadaan
ini menciptakan bentuk aliran udara konveksi di atmosfer Mars. Konveksi atau
aliran udara hangat ke atmosfer merupakan dasar terjadinya fenomena cuaca di
Bumi. Di Mars, perubahan cuaca maupun iklim juga terjadi. Karbon dioksida
terangkat ke atmosfer dan pada ketinggian tertentu terjadi kondensasi. Terjadi
pelepasan panas sehingga gas dan karbon dioksida yang membeku naik ke lapisan atmosfer
lebih tinggi. Jika di Bumi, uap air terkondensasi dekat partikel-partikel debu
atau garam membentuk awan, di Mars komposisi partiekl lainnya yang membentuk
awan belum diketahui. Para peneliti mengatakan, bisa
saja debu dari pecahan meteorit atau kristal-kristal es.

Abstrak lain tentang Kabut Misterius di Mars dari Es Kering
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------