Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Ekologi>Kegiatan Manusia yang Merusak Lingkungan

Kegiatan Manusia yang Merusak Lingkungan

oleh: Stargoldman    
ª
 
Contoh kegiatan manusia yang membahayakan dan merusak lingkungan :
a. Pembangunan perumahan yang tidak terencana
Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan tempat tinggal tentu semakin meningkat. Akibatnya, terjadi perubahan penggunaan lahan. Lahan pertanian yang tadinya luas, sedikit demi sedikit berubah fungsi menjadi pemukiman. Perubahan fungsi lahan pun tidak saja terjadi pada lahan pertanian, hutan pun akan berkurang luasnya. Hasilnya, keseimbangan ekosistem hutan pun akan terganggu. Timbullah beberapa perubahan lingkungan yang dapat merusak lingkungan, seperti banjir dan tanah longsor, karena berkurangnya hutan yang berisi pepohonan yang dapat menyerap air.
b. Penebangan pohon dan pembakaran hutan
Seiring pertambahan populasi manusia, kebutuhan kayu pun semakin meningkat. Hutan adalah sumber pemenuhan kebutuhan akan kayu. Akibatnya, penebangan pohon dilakukan tidak terbatas. Penebangan hutan liar mengurangi fungsi hutan sebagai penahan air. Akibatnya, daya dukung hutan menjadi berkurang. Hilangnya habitat dan makhluk hidup serta musnahnya spesies hewan dan tumbuhan, dapat terjadi akibat penebangan pohon yang tidak terkendali ini. Ada lagi masalah yang timbul, seperti masalah tanah longsor, banjir, dan kebakaran hutan. Akibat lain yaitu munculnya harimau, babi hutan, dan ular di tengah pemukiman manusia karena semakin sempitnya habitat hewan-hewan tersebut.
c. Penambangan pasir laut
Sejak tahun 1970-an, akibat keserakahan manusia, di Kepulauan Riau, Bangka, Belitung, dan Singkep telah dilakukan penambangan pasir laut untuk diekspor ke Singapura. Kegiatan ini menyebabkan abrasi dan rusaknya pantai sehingga merusak ekosistem laut. Aktivitas tersebut kini setidaknya telah menenggelamkan 70 pulau, dan menurunkan produktivitas penangkapan ikan. Ironisnya, pasir laut yang banyak mengandung logam, seperti titanium, paladium, dan vandium, oleh Singapura kemudian diekspor ke Jepang dan Amerika Serikat.
d. Polusi
Pada kondisi normal, lingkungan berada pada keadaan yang sehat dan tidak membahayakan manusia. Namun, akibat aktivitas manusia yang berlebihan, timbul pencemaran lingkungan atau polusi yang justru membahayakan manusia itu sendiri. Polusi merupakan masuknya zat atau senyawa kimia atau bahan-bahan berbahaya lainnya ke dalam lingkungan pada kadar yang melebihi ambang batas toleransi yang dapat diterima manusia sehingga membahayakan manusia. Polusi juga dapat menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan sehingga membahayakan makhluk hidup yang ada di dalam lingkungan tersebut. Zat-zat atau bahan yang menyebabkan terjadinya polusi dinamakan polutan.
1) Polusi udara
Polusi udara terjadi jika terdapat penambahan polutan ke dalam komponen udara hingga berada pada ambang batas yang membahayakan manusia. Sumber polutan penyebab polusi udara umumnya berasal dari sisa pembakaran bahan bakar, seperti pembakaran batubara di pabrik dan pembakaran BBM dari kendaraan bermotor, dan lain-lain, termasuk pembakaran lahan dan hutan. Polusi udara dapat menyebabkan sesak napas, batuk, dan aneka penyakit mata.
Polusi udara juga menyebabkan hujan asam dan sulfur sehingga suhu di permukaan bumi meningkat. Hujan asam disebabkan oleh senyawa belerang dan sulfur (SO2) yang banyak dihasilkan pada pembakaran batubara. Hujan asam memiliki air berkadar pH rendah. Pada kondisi hujan normal, pH airnya mendekati 5,6; sedangkan pada kondisi hujan asam, pH airnya mencapai 3-3,5. Penyebab utama hujan asam yaitu polutan dari industri dan polusi kendaraan bermotor. Hujan asam dapat merusak bangunan, berbagai peralatan logam, dan memusnahkan pepohonan serta mematikan ikan-ikan dan biota perairan. Pepohonan yang mati akibat hujan asam, tidak dapat tumbuh kembali dengan singkat.
Polusi udara juga dapat menyebabkan efek rumah kaca. Bagaimana Efek rumah kaca terjadi? Energi yang dilepaskan oleh matahari berupa cahaya yang memiliki panjang gelombang pendek (λ1). Ketika gelombang cahaya tersebut menembus atmosfer terjadi pengurangan energi gelombang cahaya. Akibatnya, panjang gelombang cahaya tersebut semakin panjang (λ2). Hal ini disebabkan sebagian energi tersebut diserap oleh permukaan bumi dan sebagian lagi dipantulkan. Energi yang dipantulkan tersebut memiliki panjang gelombang yang lebih panjang daripada λ2 (disimbolkan λ3). Oleh karena memiliki panjang gelombang yang lebih panjang dan energi yang lebih rendah, cahaya tersebut tidak semua dapat menembus lapisan atmosfer. Hal ini karena untuk menembus atmosfer dibutuhkan energi yang lebih tinggi. Dengan demikian, cahaya tersebut dipantulkan kembali ke bumi.
Semakin meningkatnya kandungan CO2 dari pembuangan bahan bakar dan peristiwa kebakaran hutan serta penebangan hutan (deforestasi), menyebabkan semakin tebalnya lapisan yang menyelubungi bumi. Oleh karena itu, energi matahari yang seharusnya dikeluarkan dari bumi semakin banyak terkurung. Akibatnya, terjadi peningkatan suhu rata-rata di atmosfer (pemanasan global)
2) Polusi air
Polusi air terjadi jika terdapat penambahan polutan ke dalam komponen air hingga berada pada ambang batas yang membahayakan organisme yang menggunakannya, termasuk manusia. Polutan penyebab polusi air bisa berasal dari limbah cair pabrik, limbah pertanian, limbah rumah tangga, sampah organik, dan logam berat. Polutan-polutan ini dapat mengubah komposisi air sehingga membahayakan kehidupan di dalam air dan kehidupan di sekitarnya. DDT (diklorodifenil trikloroetana) merupakan pestisida yang sangat efektif. Adanya DDT ini telah menyelamatkan berjuta-juta manusia dari kelaparan dan penyakit, seperti penyakit malaria. DDT juga membantu mengurangi insekta yang memakan tumbuhan pertanian (hama pertanian). Akan tetapi, DDT sangat berbahaya dan tidak mudah teruraikan oleh lingkungan. DDT dapat berada di lingkungan dalam waktu yang lama. DDT juga tidak diuraikan oleh tubuh makhluk hidup. Hal ini dapat menyebabkan DDT dapat melalui rantai makanan yang panjang. Peristiwa terakumulasinya suatu zat kimia, seperti DDT, dalam tubuh makhluk hidup dinamakan bioconcentration. Adapun meningkatnya kandungan suatu zat kimia pada makhluk hidup, yang terbentuk melalui suatu rantai makanan, dinamakan biological magnification.
3) Polusi tanah
Sampah dapat menjadi polutan yang menyebabkan terjadinya polusi tanah. Polutan lain adalah limbah rumah sakit dan limbah cair pabrik, misalnya pabrik baterai. Bahan-bahan seperti plastik, kaca, logam, dan insektisida merupakan polutan yang susah diuraikan oleh dekomposer. Akibatnya, bahan-bahan tersebut akan menumpuk dan terbenam dalam tanah. Tanah seperti ini akan berkurang porositasnya. Insektisida dalam tanah juga dapat menyebabkan terbunuhnya makhluk hidup lain yang justru berguna untuk manusia. Tanah yang tercemar logam berat pun dapat mengganggu organisme yang hidup di dalam tanah.
Diterbitkan di: 16 Nopember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    coba tuliskan kegiatan manusia yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup . kalau yang diatas kan kegiatan yang menyebabkan kerusakan lingkungan saja kalau yang ini beda . Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    masa cuman segini-_- Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa cuma segini ? kalau bisa share yg banyak supaya manusia dapat lebih memahami lingkungan sekitar mereka. Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.