Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Ekologi>Awan dan Proses Terjadinya

Awan dan Proses Terjadinya

oleh: BliGde    
ª
 
Langit selalu memberikan pemandangan yang berbeda disetiap saat dan waktu. Dari saat pagi ketika matahari akan mulai terbit, pemandangan merah indah tersaji di sebelah timur dan saat akan terbenam juga akan tersaji pemandangan yang tidak kalah indahnya, sinar matahari akan terasa lembut dan tidak panas. Apalagi pemandangan disaat pagi, terdapat juga awan yang terkena sinar matahari, akan sangat indah untuk dilihat.

Awan merupakan salah satu anggota langit yang selalu hadir menghiasi langit bumi ini. Bentuknya yang beraneka ragam dan ukuran merupakan daya tarik sendiri. Kadang kita akan melihat awan yang mirip dengan bentuk makhluk hidup seperti ikan, naga, ular dan sebagainya. Bahkan juga ada awan yang mirip dengan wajah orang. Selain bentuknya sendiri, awan juga memiliki warna yang berbeda. Kebanyakan awan berwarna putih, ada yang gelap juga. Ketika akan hujan, awan akan cenderung gelap.

Awan adalah kumpulan dari tetesan air yang tergantung di udara. Pada udara yang lembab, terbentuk, titik-titik air dalam awan yang akan menjadi sangat berat, kemudian daya tarik bumi akan menarik titik-titik air ini jatuh yang kita kenal sebagai hujan. Jika titik-titik tersebut bertemu dengan udara panas, titik air itu akan menguap dan awanpun menghilang. Inilah yang menyebabkan awan itu berubah-ubah bentuknya. Air yang dikandung didalamnya silih berganti menguap dan mencair, sehingga kita akan melihat ada awan yang tidak menyebabkan hujan.

Awan menurut bentuknya dapat dibagi menjadi tiga jenis
1. awan kumulus, merupakan awan berbentuk gumpalan dan memiliki dasar horisontal
2. awan cirrus, awan yang berdiri sendiri, mempunyai serat dan bentuknya halus. Sering juga terdapat kristal es tetapi tidak menimbulkan hujan.
3. awan stratus, merupakan awan tipis yang tersebar luas dan menutupi langit secara merata

Anak-anak sekolah dasar juga sudah mulai belajar tentang jenis-jenis awan. Kalau di negara kita, yang paling sering dijumpai mungkin awan kumulus dan stratus, awan cirrus sendiri mungkin jarang ditemukan karena mengandung kristal es. Mungkin awan cirrus ini banyak dijumpai pada daerah dingin.

Diterbitkan di: 11 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.