Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Ekologi>Daerah Penangkapan Ikan Tuna di Indonesia

Daerah Penangkapan Ikan Tuna di Indonesia

oleh: Doedo     Pengarang : Suwinda Pratama
ª
 

Daerah dan musim penangkapan ikan tuna

Menurut Usemahu (2003), daerah penangkapan adalah suatu daerah perairan dimana penangkapan ikan dilakukan. Daerah penangkapan ikan dalam percakapan sehari-hari disebut daerah penangkapan atau fishing ground. Daerah penangkapan terbaik adalah di daerah penangkapan yang sebelumnya sudah diketahui adanya keberadaan ikan.

Dalam rangka lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi penangkapan ikan, maka PPN Prigi telah mendistribusikan peta prakiraan fishing ground kepada nelayan setiap minggu untuk memudahkan menuju sasaran daerah penangkapan. Untuk mendukung keberhasilan kegiatan perikanan khususnya upaya penangkapan ikan sangat diperlukan informasi mengenai perkiraan potensi daerah penangkapan ikan dan daerah penangkapan ikan. Informasi ini berupa peta potensi fishing ground yang disampaikan secara periodik oleh Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Informasi ini sangat bermanfaat bagi nelayan sebagai salah satu panduan dalam melakukan upaya penangkapan ikan.

Untuk mendapatkan peta perkiraan fishing ground dan penjelasannya, para nelayan dan pengusaha perikanan dapat melihat di kios IPTEK Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi dimana kios IPTEK ini menjadi sarana informasi dan pertukaran informasi mengenai pengetahuan perikanan dan mempunyai banyak manfaat bagi masyarakat perikanan.

Dari peta fishing ground yang disampaikan kepada nelayan ternyata belum dapat dimanfaatkan secara optimal, hal ini disebabkan karena :

a.Kapal nelayan masih berukuran kecil (<30 GT) sehingga daerah penangkapan yang dapat dijangkau tidak jauh dan masih banyaknya yang melakukan penangkapan one day fishing.

b.Kapal nelayan belum dilengkapi dengan peta perairan, fish finder, pemancar radio dan alat GPS (Global Positioning System).

c.Fishing master/ nahkoda kapal belum dapat membaca data dan peta secara tepat (Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, 2010).

Setelah melakukan survei di pelabuhan untuk kapal penangkap tuna di PPN Prigi rata-rata telah memiliki GPS, dari alat ini nelayan mengetahui posisi rumpon yang telah mereka pasang sebagai alat bantu penangkapan.

Selama tahun 2009 fishing ground yang digunakan oleh nelayan masih diwilayah Samudera Hindia yaitu perairan Teluk Prigi (8027’20”LS/ 111043’20”BT), perairan Kabupaten Tulungagung (8028’40”LS/ 111053’20”BT), perairan Pacitan (8024’40”LS/ 110050’10”BT), perairan Blitar (8026’30”LS/ 112009’20”BT) dan perairan Sadheng, Yogyakarta (8028’40”LS/ 110042’10”BT) (Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi, 2009). Dari hasil produksi berdasarkan daerah penangkapan dapat diketahui bahwa produksi terbesar adalah daerah penangkapan perairan Teluk Prigi yaitu sebesar 12.779.162 Kg atau 54,21%.

Perairan Pacitan dan Sadheng merupakan daerah penangkapan yang menggunakan alat tangkap pancing tonda dengan produksi utamanya ikan tuna mata besar, cakalang dan cucut lanyam. Untuk perairan Tulungagung dan Blitar alat tangkap yang digunakan adalah payang dan gill net dengan produksi utamanya ikan tongkol, cucut lanyam, pari kembang, layang deles, teri, lemadang dan cakalang. Sedangkan untuk perairan Prigi merupakan daerah penangkapan pukat cincin dengan produksi utamanya ikan layang, lemuru, tongkol, cakalang, slengseng dan peperek.

Perairan Indonesia secara garis besar dipengaruhi oleh dua musim, yaitu musim timur dan musim barat. Keadaan lingkungan perairan dari kedua musim sangat berbeda, sehingga terjadi fenomena alamiah yang berhubungan dengan ruaya dan konsentrasi ikan pelagis. Musim ikan pelagis di perairan Indonesia pada umumnya berlangsung pada akhir musim timur dan awal musim barat (sekitar bulan Agustus sampai November). Hal ini berhubungan dengan kesuburan perairan akibat adanya umbalan (penaikan masa air dan salinitas) pada musim timur (wikipedia ensiklopedia bebas, 2009 dalam www.iptek.net).

Sepanjang tahun ikan tuna dapat ditangkap. Tetapi karena pengaruh temperatur air, iklim dan arus, maka terjadilah perbedaan musim ikan di berbagai daerah, sebagai berikut:

- Bulan Januari dan Agustus : perairan Samudera Indonesia bagian tengah

- Bulan Februari dan Maret : perairan Sebelah barat pulau Sumatera

- Bulan April : perairan Daerah Andaman dan Nicobar

- Bulan Mei, Oktober-Desember : perairan Sebelah barat Australia

- Bulan Juni dan September : perairan Nusa Tenggara

- Bulan Juli dan September : perairan Sebelah selatan pulau Jawa

Migrasi jenis ikan ini jauh lebih luas sehubungan dengan itu sifat fishing ground tuna adalah perairan dalam dan berkadar garam tinggi (diatas 30) serta perairan bersih terhindar dari pencemaran dan penyebaran luas (Rachman, 2009).

Diterbitkan di: 06 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pusat penangkapan ikan terbesar di indonesia Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.